Dituding Pemuja Setan, Konser Hindia di Tasikmalaya Batal Total! Ini 5 Fakta di Baliknya

Rencananya, Hindia bakal jadi penampil utama di festival "Ruang Bermusik 2025" di Tasikmalaya, 20 Juli mendatang. Tapi, semua itu buyar seketika.

Reza Sulaiman
Selasa, 15 Juli 2025 | 19:03 WIB
Dituding Pemuja Setan, Konser Hindia di Tasikmalaya Batal Total! Ini 5 Fakta di Baliknya

Dituding Pemuja Setan, Konser Hindia di Tasikmalaya Batal Total! Ini 5 Fakta di Baliknya

guideku.com - Dunia musik Indonesia lagi-lagi dihebohkan sama drama pembatalan konser. Kali ini yang kena getahnya adalah Hindia, proyek musik dari Baskara Putra. Rencananya, Hindia bakal jadi penampil utama di festival "Ruang Bermusik 2025" di Tasikmalaya, 20 Juli mendatang. Tapi, semua itu buyar seketika.

Penyebabnya? Bukan karena masalah teknis, tapi karena tuduhan yang super serius: Hindia dituding menyebarkan paham satanisme alias pemujaan setan. Ini bukan pertama kalinya Baskara kena tuduhan begini, tapi penolakan di Tasikmalaya ini jadi puncak kontroversi yang bikin geger.

Biar nggak ikut-ikutan panas dan salah paham, yuk kita bedah 5 fakta penting di balik batalnya konser Hindia di Kota Santri.

1. Awal Mula Drama: Aksi Ormas Islam Turun ke Jalan

Gelombang penolakan ini nggak datang dari ruang hampa. Semuanya dimulai ketika sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di Tasikmalaya menyuarakan keberatan mereka. Menurut mereka, karya dan penampilan panggung Hindia (termasuk juga band Baskara yang lain, Feast dan Lomba Sihir) nggak sejalan dengan nilai-nilai syariat yang dipegang teguh di sana.

Aksi mereka pun nggak cuma sebatas omongan. Aliansi Aktivis Muslim Tasikmalaya bahkan sampai turun ke jalan, menggelar unjuk rasa di Tugu Asmaul Husna lengkap dengan spanduk penolakan yang isinya tegas meminta panitia membatalkan penampilan Hindia.

2. Inti Masalahnya: Dituduh Sebarkan Paham Satanic dan Simbol Dajjal

Nah, ini dia inti masalah yang paling bikin panas. Tuduhan ini bukan cuma soal musik yang "berisik" atau lirik yang galau. Menurut Ketua Al Mumtaz Kota Tasikmalaya, Ustaz Hilmi Afwan, ada indikasi unsur satanisme dalam penampilan Hindia.

"Yang dipermasalahkan musik Hindia ada indikasi satanic yang memang melanggar norma syariat, terutama pemahaman simbol dajjal, baphomet, dan lambang ateis dengan jargon freemason," kata Ustaz Hilmi Afwan.

Pihak penolak khawatir kalau konser ini tetap digelar, bisa merusak akidah generasi muda di Tasikmalaya, bahkan menggiring mereka jadi atheis atau pemuja setan.

3. Lirik 'Masuk Neraka' Jadi Bukti? Lagu Matahari Tenggelam Dipermasalahkan

"Investigasi" para penolak nggak berhenti di simbol panggung. Lirik-lirik lagu Hindia pun ikut dibedah. Salah satu yang paling disorot adalah penggalan lirik dari lagu "Matahari Tenggelam".

Baca Juga: Pelecehan di Pesawat Penerbangan Malam, Gimana Cara Menyikapinya?

Bait yang berbunyi, "Ku doakan kita semua masuk neraka, panjang umur, matahari tenggelam dan Selamat datang malam" dianggap sebagai ajakan sesat. Dari sudut pandang mereka, lirik ini secara terang-terangan membawa pesan yang negatif dan bertentangan dengan ajaran agama.

Padahal, buat para penggemarnya, lirik tersebut sering kali diartikan sebagai sebuah sarkasme atau kritik sosial yang mendalam tentang kondisi masyarakat, yang memang jadi ciri khas gaya tulisan Baskara.

4. Panitia Coba Lobi, tapi Ditolak Mentah-mentah

Menghadapi tekanan yang begitu hebat, pihak panitia "Ruang Bermusik 2025" sebenarnya nggak langsung nyerah. Mereka sempat mencoba melakukan mediasi dengan perwakilan ormas dan aparat keamanan buat mencari jalan tengah.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mengurangi durasi manggung Hindia jadi cuma 45 menit. Harapannya, ini bisa jadi kompromi. Tapi, proposal ini ditolak mentah-mentah. Pihak ormas tetap teguh pada pendirian mereka: Hindia tidak boleh manggung sama sekali, titik.

Karena nggak ada titik temu, panitia pun terpaksa mengambil keputusan berat untuk membatalkan penampilan Hindia demi menjaga keamanan dan kelancaran acara.

5. Ternyata Bukan yang Pertama, Pola Serupa Terjadi di Aceh

Buat yang ngikutin perjalanan Hindia, penolakan di Tasikmalaya ini mungkin terasa seperti deja vu. Ternyata, ini bukan insiden yang pertama kali. Sebelumnya, Hindia pernah mengalami hal serupa di Banda Aceh pada 18 Juni 2025.

Konsernya di sana juga batal di menit-menit akhir karena izin dari kepolisian dicabut. Pemicunya? Sama persis. Ada tuduhan dari media lokal yang menyebut musik Hindia bertema satanik, yang kemudian membuat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat meminta izinnya ditinjau ulang.

Rentetan kejadian ini seolah jadi pola yang terus berulang, memicu perdebatan sengit tentang batas antara kebebasan berekspresi, interpretasi seni, dan sensitivitas nilai-nilai di masyarakat. Gimana menurutmu, Gengs?

×
Zoomed
TERKINI
Kalau kamu pikir pesta sweet seventeen-mu dulu udah paling heboh, kamu harus lihat perayaan ulang tahun ke-17 Almira Tun...
lifestyle | 15:15 WIB
Sepertinya Pinkan Mambo benar-benar serius mau jadi "ratu" di dunia kuliner kontroversial. Ia jual kangkung balacan seha...
lifestyle | 13:15 WIB
Muncul babak baru yang jauh lebih serius dan menyeret Ridwan Kamil dan model Lisa Mariana ke dalam pusaran kasus korupsi...
lifestyle | 10:18 WIB
Di tengah hebohnya kasus visa haji yang bikin banyak orang gagal berangkat ke Tanah Suci, termasuk Ruben Onsu sampai Teu...
lifestyle | 18:30 WIB
Ariel NOAH curhat soal aturan royalti bikin was-was, tapi Ahmad Dhani malah nyindir Ariel "manja banget". Simak selengka...
lifestyle | 13:15 WIB