Telat Lagi Setelah Ghosting Setahun, Marshel Widianto Nangis Ketemu Raditya Dika
guideku.com - Komika Marshel Widianto sepertinya belum benar-benar lepas dari "hantu" masa lalunya. Kebiasaan lamanya yang nggak profesional, terutama soal ketepatan waktu, kini kembali terulang. Dan kali ini, korbannya bukan orang sembarangan, tapi komika senior sekelas Raditya Dika!
Dalam podcast-nya sendiri, Raditya Dika tanpa ampun membongkar semua drama dan janji manis Marshel yang ternyata cuma isapan jempol belaka. Momen ini jadi bukti nyata kalau mengubah kebiasaan buruk itu memang nggak segampang ngomongnya.
Di-ghosting Setahun, Dijanjiin 'Marshel yang Baru'
Drama ini ternyata sudah berjalan selama setahun penuh. Raditya Dika cerita kalau ia pertama kali ngajak Marshel buat podcast pada Juni 2024. Marshel saat itu langsung setuju. Tapi pas Radit coba atur jadwal, pesannya langsung di-ghosting.
"Juni 25. 'Tanggal 1 jam 5 sore bisa enggak?' Enggak dijawab," ujar Raditya Dika sambil membacakan riwayat chat-nya, dikutip Kamis (23/7/2025).
Setahun kemudian, Juni 2025, Radit iseng coba DM lagi. Kali ini, Marshel membalas dengan penuh penyesalan dan janji yang sangat meyakinkan.
"'Bang,' emot nangis. 'Maaf baru bales. Beneran saya mau.' Terus gue kasih pilihan tanggal, 'Mau yang mana tanggalnya? Ghosting lagi enggak?' 'Enggak, Bang. Ini Marshel yang baru'," imbuh Raditya Dika.
Janji Tinggal Janji: Telat Datang, Podcast Dibatalkan, Marshel Nangis
Tapi apa yang terjadi? Janji "Marshel yang baru" itu ternyata umurnya pendek. Di hari H yang sudah disepakati, Marshel kembali mengulangi penyakit lamanya: datang terlambat. Alasannya klasik, jadwal syuting sebelumnya molor.
Karena keterlambatan itu, Raditya Dika yang punya jadwal lain terpaksa membatalkan sesi podcast hari itu. Keputusan ini sontak bikin Marshel merasa bersalah sampai menangis.
"Semua yang sudah kita bangun hancur, Dih!" ucap Marshel menirukan perasaannya saat itu.
Melihat tingkah laku Marshel yang tak kunjung berubah, Raditya Dika pun hanya bisa melontarkan sindiran telak.
"Katanya katanya Marsel udah berubah, mana perubahannya? Gue nungguin sampai satu jam," tutur Radit.
Bukan Cuma Sekali: Dulu Kehilangan Peran di Film 'Agak Laen'
Ternyata, kebiasaan buruk ini bukan cuma merugikan Raditya Dika. Dalam obrolan yang sama, Marshel membongkar sebuah penyesalan terbesar dalam kariernya. Ia mengaku telah kehilangan kesempatan emas untuk main di film box office Agak Laen.
Kenapa bisa? Lagi-lagi karena masalah yang sama. Marshel mengaku dirinya adalah seorang people pleaser yang nggak bisa nolak kerjaan, alhasil jadwalnya jadi tumpang tindih.
Pada hari syuting film Agak Laen, Marshel ternyata masih ada kerjaan di Yogyakarta. Ia berencana naik pesawat paling pagi, tapi takdir berkata lain.
"Pesawat itu delay, Bang. Akhirnya saya enggak bisa main di film yang 9 juta penonton," ungkapnya penuh penyesalan.
Saat ia mengabari sang produser, Ernest Prakasa, jawabannya sangat tegas dan jadi tamparan keras.
"Kata Ko Ernest, 'enggak apa-apa, Sel, udah, balik kanan aja,' katanya. 'Pulang aja'," kenang Marshel.
Ernest bahkan memberikan pesan yang menusuk soal profesionalisme.
"Ko Ernest cuma jawab, 'enggak apa-apa Sel, tenang, pertemanan kita masih ada, tapi kalau untuk kerjaan entar dulu ya'," tutur Marshel.
Pelajaran Pahit dari Sebuah Kebiasaan Buruk
Gengs, kisah Marshel Widianto ini jadi pelajaran super pahit buat kita semua. Kebiasaan buruk yang kelihatannya sepele, seperti nggak tepat waktu atau nggak bisa bilang "tidak", ternyata bisa punya dampak yang sangat besar pada karier dan kepercayaan orang lain.
Meskipun podcast dengan Raditya Dika akhirnya terlaksana di hari lain, luka dan reputasi yang tercoreng butuh waktu yang jauh lebih lama untuk bisa pulih. Semoga "Marshel yang baru" benar-benar bisa hadir setelah ini ya.