Sound Horeg Dibilang Nyontek dari India, Emang Iya? Kenalan Sama Jor Dar
guideku.com - Belakangan ini, sound horeg jadi pembahasan yang tidak ada habis-habisnya di media sosial maupun di dunia nyata. Banyak pihak yang bilang kalau keberadaan parade suara menggelegar ini benar-benar meresahkan.
Getaran bassnya yang super kencang bisa membuat kaca jendela bergetar dan dada terasa sesak. Tidak sedikit pihak yang terang-terangan menolak adanya sound horeg, sampai puncaknya Majelis Ulama Indonesia (MUI) di beberapa daerah mengeluarkan fatwa haram untuk tradisi ini.
Di tengah panasnya perdebatan, muncul satu perbandingan menarik. Tahu tidak kalau sound horeg ini seringkali dianggap memiliki kesamaan dengan tradisi Jor Dar yang ada di India? Bahkan, ada yang berspekulasi kalau cikal bakal sound horeg ini adalah tradisi Jor Dar dari Negeri Bollywood. Emang iya? Mari kita bedah lebih dalam.
Sound Horeg vs. Jor Dar, Manakah yang Lebih Dulu dan Apa Saja Perbedaannya?
Jika ditelisik mana yang lebih dulu muncul antara sound horeg atau Jor Dar, sampai sekarang tidak ada sumber valid yang bisa menyebut dengan pasti siapa yang lebih dulu di antara keduanya. Tapi, yang pasti keduanya memang sudah mulai muncul dan berkembang sejak periode tahun 2000-an di masing-masing negaranya.
Jika dilihat sepintas, sound horeg dan Jor Dar dari India ini memang terlihat sama: truk atau mobil pikap dimodifikasi dengan tumpukan speaker raksasa yang memekakkan telinga.
Tapi, perbedaan yang paling mencolok tentu saja adalah asalnya. Sound horeg berasal dari Jawa, khususnya berkembang pesat di wilayah Jawa Timur seperti Malang Raya, Sidoarjo, Banyuwangi, Gresik, Surabaya, dan Lamongan. Sementara itu, Jor Dar jelas asalnya dari India.
Lalu, apalagi nih yang jadi perbedaan kedua tradisi tersebut? Kita bisa melihatnya dari segi penggunaannya. Sound horeg biasanya muncul di acara semacam pawai karnaval 17 Agustusan, takbir keliling saat Hari Raya Lebaran, perayaan Tahun Baru, atau juga bisa digunakan saat acara-acara hajatan lainnya.
Baca Juga: Misteri Kematian Diplomat Arya Daru Makin Banyak: Mondar-mandir di Rooftop, HP Masih Hilang
Sementara itu, Jor Dar kemungkinan besar juga memiliki kemiripan dalam penggunaannya. Tetapi, Jor Dar ini sendiri biasanya lebih identik muncul di acara pernikahan yang sangat meriah atau dalam festival-festival keagamaan tahunan di India.
Perbedaan lainnya yang sangat signifikan dari sound horeg dan Jor Dar adalah volume suara yang dipergunakan dan cara mereka "berkompetisi". Jika sound horeg sudah bisa bikin telinga tuli sementara jika berada di dekatnya, maka untuk Jor Dar diketahui bisa memiliki volume yang jauh lebih kencang lagi.
Bahkan, ada elemen adu kekuatan yang ekstrem dalam tradisi Jor Dar. Mobil atau truk pembawa sound-nya bisa saling tabrak-tabrakan atau sengaja dibenturkan! Hal ini diyakini sebagai bentuk adu kekencangan dan superioritas sound system. Kalau di sound horeg, kompetisinya hanya sebatas pawai beriringan untuk dinilai kualitas suaranya, dan tidak sampai terjadi senggol-senggolan apalagi tabrakan antar kendaraan pengangkut sound systemnya.
Tapi, yang jadi salah satu persamaannya antara sound horeg dan Jor Dar adalah sama-sama memberikan dampak negatif bagi pendengaran karena menimbulkan polusi suara yang parah. Tapi, ada juga loh perbedaan dari aspek ini!
Kalau sound horeg di Indonesia dianggap sangat meresahkan hingga memunculkan pelarangan dari berbagai pihak dengan berbagai alasan (mengganggu ketertiban, merusak fasilitas umum, masalah kesehatan), untuk Jor Dar sejauh ini belum ada pelarangan resmi secara nasional di negaranya. Tradisi Jor Dar ini tampaknya masih dianggap sebagai bagian dari ekspresi budaya dalam perayaan tertentu dan belum menghadapi tentangan sosial sekeras di Indonesia.
Jadi, itu dia beberapa perbedaan mendasar dari sound horeg dan Jor Dar yang sering dianggap sama oleh orang-orang. Mirip tapi tak sama, kan?