Kronologi Agam Rinjani Dapat Donasi Rp1,5 Miliar, Beneran dari Warga Brasil Semua Tuh?
guideku.com - Nama Agam Rinjani mendadak viral di Brasil setelah aksi heroiknya mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani, NTB.
Pria asal Makassar yang gabung komunitas Rinjani Squad ini dianggap "pahlawan" oleh masyarakat Brasil. Ia bahkan dapet donasi sebesar Rp1,5 miliar lebih dari mereka.
Kok bisa? Yuk, simak kronologi penyelamatan berujung donasi miliaran di bawah ini.
Kisahnya bermula pada 21 Juni 2025, saat Juliana Marins dilaporkan jatuh dari tebing sekitar 600 meter di Gunung Rinjani. Tim SAR gabungan nemuin posisi Marins dua hari kemudian, dan proses evakuasi berlangsung sampai 25 Juni karena medan yang super ekstrem.
Agam nyeritain ke media Brasil GLOBO kalau dia berusaha keras buat nahan tubuh Juliana semaleman supaya nggak jatuh lebih dalam. Aksi penuh dedikasi inilah yang menyentuh hati publik Brasil.
Awalnya, Agam menolak bantuan keuangan karena ngerasa tindakannya dilakukan atas dasar kemanusiaan. Tapi, karena warganet Brasil terus-terusan mendesak, ia pun menerima, dan penggalangan dana dilakukan lewat dua platform asal Brasil: Voaa dan Razões Para Acreditar. Dalam waktu singkat, donasi yang terkumpul menembus angka 522.305 real Brasil atau sekitar Rp1,54 miliar.
Tapi, pada 30 Juni 2025, kampanye donasi ternyata sempat dibatalin oleh pihak Voaa. Alasan pembatalannya adalah karena munculnya kontroversi soal rencana pemotongan 20 persen dari total donasi buat biaya administrasi.
Biaya ini rencananya dipakai untuk layanan kayak kurasi kampanye, verifikasi data, produksi konten, manajemen hukum dan keuangan, sampai operasional platform.
Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Baca! Ini 5 Hal Penting Biar Gak Kaget Masuk Dunia Kerja
Polemik ini memicu perdebatan luas di media sosial. Banyak masyarakat Brasil menilai potongan tersebut terlalu besar dan bertentangan dengan semangat kemanusiaan dari kampanye itu. Bahkan, Voaa dan mitranya ngaku jadi sasaran ujaran kebencian dan serangan digital.
Akibat situasi yang dianggap nggak kondusif, mereka milih buat batalin kampanye dan nawarin pengembalian dana sepenuhnya kepada para donatur.
Tapi, hanya berselang sehari, tepatnya pada 1 Juli 2025, Voaa menarik lagi keputusannya. Melalui akun Instagram resminya, @voaa_vaquinha, mereka bilang kalau seluruh donasi akan tetap disalurkan 100 persen kepada Agam tanpa potongan apa pun. Pengumuman ini dikonfirmasi langsung oleh Vicente Carvalho, pendiri Razões Para Acreditar, seperti dikutip dari CNN Brasil.
Kata Agam, dana tersebut bakal dipakai untuk proyek pelestarian lingkungan, kayak penanaman pohon di jalur pendakian, dan juga dibagiin kepada para relawan yang membantunya dalam proses evakuasi. Keputusan ini disambut hangat oleh publik Brasil, yang menilai Agam nggak cuma pahlawan buat negaranya, tapi juga simbol solidaritas dan kemanusiaan lintas negara.
Kisah Agam Rinjani ini nggak cuma mencerminkan keberanian dan empati, tetapi juga nunjukkin kekuatan komunitas global dalam memberikan dukungan nyata di saat krisis. Donasi tanpa potongan ini jadi bukti kalau solidaritas nggak mengenal batas negara.