Mabuk dan Masak Mi Jam 3 Pagi, Oknum TKI Diduga Jadi Biang Kerok Asrama di Jepang Ludes Terbakar

Sebuah video viral di TikTok menunjukkan pemandangan horor: kebakaran hebat melalap sebuah gedung asrama di Prefektur Shiga, Jepang. Penyebab kebakaran ini diduga kuat karena ulah satu oknum Pekerja Migran Indonesia (TKI).

Reza Sulaiman
Selasa, 15 Juli 2025 | 19:45 WIB
Mabuk dan Masak Mi Jam 3 Pagi, Oknum TKI Diduga Jadi Biang Kerok Asrama di Jepang Ludes Terbakar

Mabuk dan Masak Mi Jam 3 Pagi, Oknum TKI Diduga Jadi Biang Kerok Asrama di Jepang Ludes Terbakar

guideku.com - Ada kabar yang dijamin bikin kita semua auto ngelus dada sambil istighfar. Sebuah video viral di TikTok menunjukkan pemandangan horor: kebakaran hebat melalap sebuah gedung asrama di Prefektur Shiga, Jepang. ya berkobar, mobil pemadam kebakaran sibuk, dan orang-orang berlarian bawa koper.

Tapi yang bikin berita ini makin nyesek dan malu-maluin? Penyebab kebakaran ini diduga kuat karena ulah satu oknum Pekerja Migran Indonesia (TKI) yang nekat masak mi instan jam 3 pagi dalam kondisi mabuk. Sebuah kelalaian fatal yang mencoreng nama baik seluruh bangsa.

Kronologi yang Bikin Geram: Mabuk, Lapar, Lupa Diri

Video ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok @asahisan22, yang mengaku pernah tinggal di asrama tersebut. Asrama yang terbakar itu disebut Senta, atau pusat penampungan bagi para pemagang (kenshusei) yang baru tiba di Jepang.

"Senta tempat gua dulu kebakaran di Jepang ulah oknum TKI Indonesia yang gak disiplin," tulis akun tersebut, menumpahkan kekesalannya.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi, informasi yang beredar liar di kolom komentar menyajikan sebuah kronologi yang bikin kita semua geleng-geleng kepala.

Disebutkan bahwa ada aturan jam malam di asrama yang melarang aktivitas memasak di dapur setelah pukul 22.00. Tapi, aturan itu dilanggar.

"Seorang pekerja memasak mi jam 3 malam, ditinggal ke toilet, orangnya mabuk," tulis seorang warganet yang mengaku tahu detail kejadiannya.

Kombinasi antara lapar tengah malam, kondisi mabuk, dan kelalaian meninggalkan kompor menyala inilah yang diduga menjadi pemicu kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh gedung.

'Karena Nila Setitik': Kemarahan Netizen +62

Nggak butuh waktu lama, video ini langsung memicu kemarahan dan kekecewaan luas, terutama dari sesama WNI yang bekerja atau tinggal di Jepang. Mereka merasa malu dan khawatir karena ulah satu orang ini bisa merusak reputasi ribuan pekerja lain yang sudah susah payah menjaga nama baik Indonesia.

Baca Juga: Masa Emas Influencer Usai? Pajak dam OJK Kompak 'Kepung' Konten Pamer dan Finfluencer Abal-abal!

Peribahasa "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" seolah dilupakan begitu saja. Kolom komentar pun penuh dengan luapan kekesalan.

"Kemaren kasus maling, sekarang kebakaran, next apa lagi hayo," sindir salah satu warganet, menyoroti rentetan kasus negatif yang melibatkan oknum dari Indonesia.

Komentar lain menyoroti pentingnya etika dan attitude. "Padahal kita orang Indonesia punya peribahasa 'Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Emang harusnya adain evaluasi attitude dan penghilangan kebiasaan buruk dulu kayaknya sebelum kirim anak bangsa ke negeri orang," tulis warganet lainnya.

Pelajaran Pahit yang Mahal Harganya

Gengs, kasus ini lebih dari sekadar berita kebakaran. Ini adalah cermin besar buat kita semua, terutama yang punya mimpi atau sedang berjuang bekerja di luar negeri.

Reputasi Bangsa Ada di Pundakmu: Saat kamu berada di negara lain, kamu bukan cuma bawa nama pribadimu. Kamu bawa bendera Merah Putih di belakangmu. Satu tindakan bodoh bisa merusak citra jutaan orang Indonesia lainnya.

Aturan Dibuat untuk Ditaati, Bukan Dilanggar: Aturan jam malam atau larangan memasak di jam tertentu itu dibuat bukan tanpa alasan. Itu dibuat untuk keselamatan bersama. Mengabaikannya bukan cuma menunjukkan arogansi, tapi juga membahayakan nyawa orang lain.

Hargai Kesempatan: Mendapatkan kesempatan bekerja di negara maju seperti Jepang itu butuh perjuangan. Jangan sia-siakan kepercayaan yang sudah diberikan oleh perusahaan dan pemerintah Jepang dengan tindakan-tindakan konyol yang merugikan semua pihak.

Semoga insiden ini jadi yang terakhir kalinya. Dan semoga ini jadi pelajaran yang sangat mahal bagi siapa pun yang berencana bekerja di negeri orang. Jaga nama baik dirimu, dan yang lebih penting, jaga nama baik Indonesia.

×
Zoomed
TERKINI
YES 2025 menekankan perlunya pelibatan aktif generasi muda dalam perumusan kebijakan ekonomi karena dampaknya sangat sig...
news | 14:24 WIB
VinFast justru memisahkan harga baterai dari harga kendaraan. Melalui skema langganan, konsumen bisa memiliki mobil list...
news | 21:30 WIB
Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru....
news | 09:43 WIB
Kisah-kisah dari mereka yang telah memulai perjalanan bersama BSya ngasih gambaran jelas tentang bagaimana sebuah aplika...
news | 07:38 WIB
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, generasi muda nggak cuma cari sukses finansial, tapi juga makna dan keseimbangan...
news | 07:21 WIB