Viral Rombongan Baju Putih di Puncak Lawu, Siapa Mereka Sebenarnya? Ini Fakta Lengkapnya
guideku.com - Kalau kamu sering scroll TikTok akhir-akhir ini, mungkin sempat lihat video viral yang nunjukin sekelompok orang berpakaian serba putih di puncak Gunung Lawu. Suasananya mistis, aktivitasnya terlihat seperti ritual, dan nggak sedikit netizen yang langsung berasumsi ini kelompok aliran sesat. Tapi… beneran begitu? Yuk, kita bahas fakta-faktanya biar nggak salah paham!
Semua bermula dari video berdurasi 23 detik yang diunggah akun TikTok @faaiiiq._. Dalam video itu, puluhan orang berbaju putih terlihat duduk melingkar mengitari Tugu Triangulasi di puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu. Momen ini terekam pada Jumat, 11 Juli 2025, sekitar pukul 09.30–12.30 WIB.
Rombongan ini awalnya naik dari jalur Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, sehari sebelumnya, yaitu Kamis, 10 Juli 2025. Saat mendaki, mereka menggunakan pakaian biasa seperti pendaki pada umumnya. Nah, sesampainya di puncak, barulah mereka berganti pakaian serba putih—laki-laki pakai jubah dan sorban, perempuan pakai mukena.
Di puncak, mereka melakukan doa bersama, membaca tawasul, bahkan sempat melaksanakan salat Jumat di sekitar tugu karena jumlah rombongan yang cukup banyak, sekitar 100 orang. Prosesi doa juga diselingi lantunan langgam Jawa yang menciptakan suasana sakral banget di tengah kabut pegunungan. Ada juga sesi mengelilingi tugu puncak searah jarum jam, mirip tawaf tapi versinya sendiri.
Salah satu pendaki, Danang Pratama (17), yang ikut menyaksikan momen itu, bilang awalnya sempat kaget tapi lama-lama merasa pengalaman itu luar biasa. Meski harus menunggu beberapa jam untuk bisa menikmati puncak, Danang bilang dia nggak keberatan. Malah sempat ngobrol juga dengan salah satu ibu dari rombongan yang menyebut kalau kegiatan itu adalah acara "15 Suronan".
Siapa Mereka dan Apa Tujuannya?
Nah, ini bagian yang bikin banyak orang penasaran. Siapa sih rombongan berbaju putih itu?
Setelah ditelusuri, ternyata mereka adalah jemaah dari Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sambongbangi, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah. Mereka datang ke Gunung Lawu untuk melakukan ziarah tahunan ke Sunan Gunung Lawu, sebuah tradisi yang sudah dilakukan selama 14 tahun setiap tanggal 11 Suro.
Baca Juga: Mau Ambil KPR? Ini Hal-Hal Penting yang Wajib Kamu Tahu Biar Nggak Nyesel di Tengah Jalan!
Menurut Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, ritual ini bukan ajaran sesat sama sekali. Aktivitas mereka masih dalam jalur syariat Islam. Nggak ada bacaan aneh atau pemujaan terhadap selain Tuhan. Jadi, jangan gampang nge-judge ya!
Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, juga memastikan bahwa kegiatan ini murni bentuk ziarah spiritual. "Mereka melakukan kegiatan doa dan ziarah, bukan aliran sesat. Kegiatan seperti ini biasa dilakukan saat bulan Suro," jelasnya.
Rombongan ini juga sempat mampir ke situs ritual Bancolono di Desa Gondosuli, sebelum akhirnya mendaki Gunung Lawu.
Mereka memilih pakaian putih karena dianggap suci dan identik dengan pakaian salat. Jadi, bukan buat gaya atau bikin sensasi, tapi memang simbol kesucian dalam beribadah.
Nah, sekarang udah tahu kan siapa sebenarnya rombongan misterius berbaju putih di Gunung Lawu itu? Bukan sekte, bukan aliran sesat, melainkan sekelompok jemaah NU yang sedang melakukan ziarah spiritual rutin. Kadang, apa yang terlihat mistis belum tentu negatif.