Kalimantan Selatan Rasa Kerajaan? Anak dan Adik Gubernur Kompak Dapet Jabatan di BUMD
guideku.com - Siap-siap buat nonton drama politik rasa sinetron FTV yang datangnya langsung dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Di saat banyak orang lagi pusing sama urusan ekonomi, di sana justru lagi ada "pesta" penempatan jabatan yang bikin publik auto geleng-geleng kepala.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, dengan bangga melantik putri sulungnya, Hj. Karmila Muhidin, sebagai Komisaris di Bank Kalsel, sebuah bank milik daerah. Sontak, jagat maya dan ruang publik langsung riuh dengan tudingan nepotisme yang nggak pake sembunyi-sembunyi lagi.
Biar kamu paham kenapa kasus ini jadi sepanas ini, yuk kita bedah 6 fakta penting di baliknya.
1. Panggung 'Kerajaan' Dimulai di Gedung Resmi
Semua drama ini berawal dari sebuah acara pelantikan resmi di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru. Di hadapan para pejabat penting, Hj. Karmila Muhidin resmi mengambil sumpahnya sebagai Komisaris Non Independen Bank Kalsel. Meskipun prosesnya lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), momen ini tetap jadi sorotan utama karena status Karmila yang merupakan anak kandung dari orang nomor satu di Kalsel.
2. Ternyata 'Paket Keluarga' Lengkap, Adiknya Udah Duluan!
Kecurigaan publik soal "dinasti" ini makin kuat karena Karmila ternyata bukan satu-satunya anggota keluarga yang dapat jabatan basah. Sang adik, Rahmah Hayati, ternyata sudah lebih dulu duduk manis di kursi Dewan Pengawas RSUD Ulin Banjarmasin, sebuah rumah sakit penting milik pemerintah provinsi. Jadi, ini bukan kejadian pertama, Gengs.
3. Alasan yang Bikin Elus Dada: 'Biar Anak Saya Gampang Lapor'
Nah, ini bagian paling epiknya. Saat didesak oleh kelompok masyarakat sipil, Gubernur Muhidin memberikan pembelaan yang justru jadi bumerang dan bikin semua orang makin geram. Alasannya melantik sang anak? Biar gampang dapat laporan.
"Kalau ada keluhan masyarakat, anak saya bisa langsung menyampaikan ke saya. Kalau orang lain mungkin sungkan," katanya.
Alih-alih meredam, pernyataan ini malah dianggap sebagai bukti nyata kalau jabatan strategis BUMD sudah disalahgunakan jadi semacam "saluran komunikasi internal keluarga", bukan lagi soal profesionalisme dan kepentingan rakyat.
Baca Juga: Viral Video Ahmad Dhani Minta Maaf ke Maia, Faktanya Bikin Auto Kicep
4. Mengenal Sang Ayah: Dari Guru Olahraga Jadi Orang Kuat
H. Muhidin ini bukan politisi kemarin sore. Pria kelahiran Binuang ini memulai kariernya sebagai guru olahraga selama lebih dari 20 tahun. Karier politiknya melesat cepat, mulai dari anggota DPRD, Wali Kota Banjarmasin, Wakil Gubernur, hingga kini menjadi Gubernur Kalsel setelah menang telak di Pilgub 2024. Kemenangannya yang didukung 1,6 juta suara itu kini seolah ternoda oleh kontroversi yang dianggap mencederai amanah.
5. Kenapa Ini Berbahaya? Ancaman Konflik Kepentingan
Mungkin ada yang mikir, "Apa salahnya sih anak gubernur jadi pejabat?". Masalahnya besar, Gengs. Bank Kalsel itu BUMD, milik rakyat Kalsel. Penunjukan komisaris berdasarkan hubungan darah, bukan seleksi terbuka, bisa merusak sistem pengawasan di dalamnya.
Potensi konflik kepentingan jadi sangat besar. Nantinya, keputusan-keputusan bisnis bank bisa jadi bukan lagi buat menguntungkan nasabah atau daerah, tapi malah buat menguntungkan kepentingan keluarga penguasa. Ini yang sangat berbahaya.
6. Terus, OJK dan KPK Gimana?
Sekarang, "bola panas" ada di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Publik menanti sikap tegas mereka. Apakah penunjukan ini dianggap wajar? Atau sudah masuk kategori penyalahgunaan wewenang (abuse of power)?
Jawaban dari kedua lembaga ini bakal jadi patokan penting buat tata kelola pemerintahan di seluruh Indonesia. Karena pada akhirnya, seperti yang banyak disuarakan netizen, jabatan publik itu amanah rakyat, bukan warisan keluarga. Setuju?