62% ASN Pemda DKI Jakarta Obesitas, Wagub Rano Karno: Perut Saya Udah Buncit!
guideku.com - Ada fakta yang mencengangkan sekaligus bikin ngakak yang baru aja terkuak dari pusat pemerintahan Jakarta. Ternyata, di balik meja kerja dan seragam gagah para Aparatur Sipil Negara (ASN), tersimpan sebuah "bom waktu" kesehatan yang siap meledak!
Pemprov DKI Jakarta baru saja merilis hasil pemeriksaan kesehatan para pegawainya, dan angkanya benar-benar bikin kaget. Bayangin, 62 persen ASN di Jakarta ternyata mengalami obesitas! Belum lagi, belasan persen di antaranya terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.
Melihat data horor ini, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, langsung turun tangan dengan gaya khasnya yang blak-blakan.
Data yang Bikin Elus Dada: Lebih dari Sekadar Gendut
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, membeberkan data yang jadi alarm merah ini pada Jumat (18/7/2025). Masalahnya bukan cuma soal berat badan.
“Angka-angka ini cukup mengkhawatirkan. Karena itu, kesehatan fisik dan aktivitas juga berpengaruh pada kesehatan jiwa," ujar Ani Ruspitawati.
Respons Kocak Rano Karno: 'Jangan Telat Kayak Saya!'
Menanggapi data ini, Wagub Rano Karno nggak pakai basa-basi. Saat memimpin senam bersama di Balai Kota, ia langsung mengeluarkan instruksi wajib olahraga setiap hari Jumat. Dan yang bikin seru, ia menjadikan dirinya sendiri sebagai contoh "buruk".
"Mari kita bina dari mulai usia di sini. Jangan mulai seperti saya. Usia 64 baru berolahraga. Terlambat, perutnya sudah semakin buncit," ujar Rano Karno sambil menertawakan dirinya sendiri.
Ia bahkan mengaku paling nggak suka pakai kaos saat olahraga karena bentuk tubuhnya jadi kelihatan jelas.
"Hari ini sebetulnya paling tidak saya suka. Karena hari ini saya diperintahkan pakai kaos, kelihatan perut saya gede," katanya, yang sontak disambut tawa.
Baca Juga: Penyanyi Lagu Viral TikTok 'Pretty Little Baby' Meninggal, Kisah Pilunya Bikin Nyesek
'Jakarta Berjaga': Gerakan Anti Mager di Balai Kota
Curhatan kocak Rano Karno ini adalah bagian dari kampanye serius yang digulirkan Pemprov DKI, yaitu 'Jakarta Berjaga' (Bergerak, Bekerja, Berolahraga, dan Bahagia). Kampanye ini bertujuan untuk mengubah gaya hidup para pegawai yang kebanyakan cuma duduk di depan meja sepanjang hari.
Selain wajib olahraga setiap Jumat, ada juga kebijakan wajib naik transportasi umum setiap hari Rabu yang digagas Gubernur Pramono Anung. Menurut Rano, kebijakan ini bukan cuma buat ngurangin macet, tapi juga "maksa" para ASN untuk bergerak.
"Saya jujur merasa hari Rabu itu bermanfaat bagi saya. [...] Hari Rabu itu membuat saya harus bergerak, saya berjalan," ujar Rano, yang mengaku rutin naik MRT dari Lebak Bulus ke Balai Kota setiap Rabu.
"Saya menuju ke halte MRT di Lebak Bulus, kemudian jalan kaki menuju halte, naik ke dalam MRT juga jalan kaki, turun tangga. Itu adalah sebuah pergerakan yang jarang saya lakukan," sambungnya.
Pelajaran Buat Kita Anak Kantoran
Gengs, kasus di Balai Kota ini sebenarnya cerminan dari gaya hidup kita juga, kan? Terutama buat kamu yang anak kantoran atau WFH, yang kerjanya lebih banyak duduk natap layar daripada gerak.
Penyakit-penyakit seperti obesitas, hipertensi, sampai stres itu adalah musuh nyata dari gaya hidup sedentary alias kurang gerak. Jangan sampai kita baru sadar pas usia udah senja dan perut udah "semakin buncit" kayak kata Rano Karno.
Yuk, mulai sekarang, coba deh lebih banyak bergerak. Bisa mulai dari hal-hal simpel kayak pilih naik tangga daripada lift, atau sekadar jalan kaki keliling kompleks setelah seharian duduk. Karena pada akhirnya, kesehatan itu aset paling mahal yang kita punya. Setuju?