Bergetar Hatinya karena Suara Nissa Sabyan, Kristian dan Hendra Mantap Jadi Mualaf
guideku.com - Hidayah itu emang datangnya misterius banget. Kadang, ia datang bukan lewat ceramah panjang atau kitab tebal, tapi justru lewat hal yang sangat sederhana, seperti alunan suara yang merdu. Inilah yang dialami oleh Kristian T (22), seorang warga Pekanbaru yang baru saja memutuskan untuk memeluk Islam.
Pemicunya? Bukan diskusi teologi yang rumit, tapi suara indah dari seorang penyanyi yang mungkin sering seliweran di FYP kita semua: Nissa Sabyan.
Momen Haru di Masjid Agung Annur
Pada Jumat (25/7/2025) lalu, suasana di Masjid Agung Annur, Pekanbaru, menjadi lebih istimewa dari biasanya. Usai salat Jumat, dua orang warga, Kristian T dan Hendra (34), dengan mantap mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan para jamaah.
Saat ditanya oleh Pembimbing Mualaf Center Annur, Ustaz Rubianto, apa yang mendorongnya masuk Islam, jawaban Kristian sangat unik dan menyentuh.
"Suaranya Nissa Sabyan indah dan merdu saat menyanyikan lagu Islam. Sehingga saya tertarik untuk masuk dan mempelajari Islam," kata Kristian sambil tersenyum.
Sebuah pengakuan yang membuktikan betapa dahsyatnya kekuatan seni dan musik dalam menyentuh hati seseorang, bahkan sampai bisa mengubah jalan hidupnya.
Sementara itu, Hendra mengaku tertarik pada Islam setelah melihat keakraban dan kehangatan umat Muslim di lingkungannya, terutama saat hari raya.
Untuk memastikan keputusan keduanya murni dari hati, Ustaz Rubianto sempat melontarkan pertanyaan kocak tapi penting.
"Kalian masuk Islam ada yang memaksa? Ada diiming-imingi sepeda motor atau mie satu kardus?" tanya Rubianto.
Keduanya pun kompak menjawab, "Tidak ada."
Momen ini menegaskan bahwa keputusan mereka untuk menjadi mualaf benar-benar didasari oleh pencarian spiritual pribadi, bukan karena paksaan atau iming-iming materi.
Kisah yang Mirip dengan Umar bin Khattab
Baca Juga: Berani Protes Karnaval Sound Horeg, Pak Eko Diteror dan Fotonya Disebar!
Kisah hidayah yang datang lewat "suara" atau bacaan ini ternyata punya akar sejarah yang dalam banget di Islam. Kisah Kristian yang luluh karena suara Nissa Sabyan ini sekilas punya kemiripan dengan kisah salah satu sahabat Nabi yang paling garang, Umar bin Khattab.
Buat yang belum tahu, Umar bin Khattab itu dulunya adalah salah satu musuh Islam yang paling ditakuti. Saking bencinya, suatu hari ia pernah jalan sambil menghunus pedang dengan niat mau membunuh Nabi Muhammad.
Tapi di tengah jalan, ia diberitahu kalau adiknya sendiri, Fatimah, sudah lebih dulu masuk Islam. Murka, Umar pun langsung berbelok ke rumah adiknya. Di sanalah ia mendengar untuk pertama kalinya lantunan ayat suci Al-Quran, tepatnya dari Surah Thaha.
Setelah membaca penggalan ayat-ayat tersebut, hati Umar yang sekeras batu langsung bergetar.
"Sesungguhnya Aku lah Allah. Tidak ada tuhan melainkan Aku. Maka hendaknya hanya kepada Ku lah kamu menyembah. Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku."
Ia sadar, bacaan seindah dan sekuat ini tidak mungkin datang dari seorang pembohong. Saat itu juga, hatinya luluh. Ia yang tadinya mau membunuh Nabi, akhirnya justru berlari mencari Nabi untuk mengucapkan syahadat.
Pelajaran dari Dua Kisah
Baik kisah Kristian maupun Umar bin Khattab, keduanya mengajarkan kita satu hal yang sama. Bahwa hidayah itu punya caranya sendiri untuk menembus hati yang paling keras sekalipun.
Kadang, ia datang bukan lewat debat kusir, tapi lewat sentuhan yang lembut, entah itu dari alunan suara sholawat atau keindahan ayat-ayat suci.