Dedi Mulyadi Bongkar Aib Study Tour yang Katanya Belajar, Aslinya Cuma Piknik?

Dalam obrolannya bareng Deddy Corbuzier, Dedi Mulyadi tanpa basa-basi membongkar "aib" di balik tradisi study tour. Menurutnya, semua itu cuma piknik biasa!

Reza Sulaiman
Selasa, 05 Agustus 2025 | 09:15 WIB
Dedi Mulyadi Bongkar Aib Study Tour yang Katanya Belajar, Aslinya Cuma Piknik?

Dedi Mulyadi Bongkar Aib Study Tour yang Katanya Belajar, Aslinya Cuma Piknik?

guideku.com - Siapa sih yang nggak pernah ikutan study tour pas zaman sekolah? Momen yang katanya buat "belajar di luar kelas" ini sering kali jadi ajang yang paling ditunggu-tunggu. Tapi, mari kita jujur lagi, banyakan belajarnya atau mainnya? Nah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru saja "menampar" kita semua dengan sebuah kenyataan pahit.

Dalam obrolannya bareng Deddy Corbuzier, Dedi Mulyadi tanpa basa-basi membongkar "aib" di balik tradisi study tour. Menurutnya, semua itu cuma piknik biasa yang dibungkus dengan nama keren, dan yang paling parah, ini adalah budaya yang meniru gaya para pejabat!

Bongkar 'Kedok' Study Tour: Cuma Piknik Berkedok Belajar?

Dedi Mulyadi langsung "ngegas" dengan mempertanyakan esensi dari study tour itu sendiri. Menurutnya, apa yang selama ini disebut "studi" itu nyatanya cuma jalan-jalan biasa.

“Apa sih study tour? study tour-nya ternyata kan piknik biasa, mengunjungi tempat-tempat wisata,” kata Dedi Mulyadi, Senin (4/8/2025).

Dan dia punya bukti kuat buat mendukung argumennya. Buktinya? Para pelaku usaha pariwisata yang baru-baru ini demo di Gedung Sate, menuntut agar larangan study tour dicabut.

“Kemudian itu bisa dibuktikan dengan yang demo di Gedung Sate itu adalah pelaku jasa kepariwisataan,” ujar Dedi. Logikanya simpel: kalau ini beneran soal studi, kenapa yang paling panik justru para pengusaha travel?

Sentilan Dedi makin tajam saat ia menyoroti prioritas sekolah yang sering kali aneh. Menurutnya, nggak masuk akal kalau sekolah repot-repot ngadain perjalanan mahal ke luar kota, sementara masalah mendasar di lingkungan mereka sendiri justru diabaikan.

“Problematikanya adalah logika berpikir, kan judulnya study tour. Study kan nggak usah jauh-jauh, sampah di sekolahnya gak terurus, selokan di belakang sekolah hitam pekat. Ngapain jauh-jauh?” tegasnya. Sebuah sindiran yang super nyelekit tapi juga bener banget.

Study Tour Sama dengan Study Banding Pejabat?

Nah, di sinilah "bom" utamanya meledak. Menurut Dedi Mulyadi, budaya study tour ini sebenarnya adalah cerminan dari budaya yang lebih besar di kalangan elite politik kita.

Baca Juga: Awalnya Asyik Rekam Konten Sound Horeg, Ibu di Lumajang Tiba-tiba Pingsan Lalu Meninggal

“Anak sekolah itu kan study tour sebenarnya gara-gara ikutin pejabat. Pejabatnya banyak study banding. Saya dulu anggota DPR dulu study banding," ungkapnya, bahkan mengakui dirinya pernah jadi bagian dari budaya itu.

Ia menyindir bagaimana para pejabat sering jalan-jalan ke luar negeri dengan dalih "studi banding", padahal esensinya mungkin tidak jauh beda dengan liburan yang dibiayai negara.

"Tugas gubernur jalan-jalan di Jawa Barat, yang tidak boleh tuh jalan-jalan ke luar negeri menggunakan dana negara,” ujarnya, seolah menegaskan komitmennya untuk tidak mengulangi kebiasaan lama.

Sikap Tegas Demi Dompet Orang Tua

Meskipun didemo dan mungkin dianggap "mematikan" bisnis pariwisata, Dedi Mulyadi menegaskan kalau ia nggak akan goyah. Prioritas utamanya adalah melindungi para orang tua siswa dari beban biaya yang nggak perlu.

“Insya Allah gubernur Jawa Barat akan tetap berkomitmen menjaga ketenangan orang tua siswa agar tidak terlalu banyak pengeluaran biaya di luar kebutuhan pendidikan,” kata Dedi di Instagram-nya.

Baginya, efisiensi pendidikan dari biaya-biaya yang nggak ada hubungannya langsung dengan pembelajaran itu adalah harga mati.

Kritik Dedi Mulyadi ini jadi tamparan keras buat kita semua. Ini bukan cuma soal melarang study tour, tapi soal mengajak kita untuk lebih jujur dan kritis.

Apakah sebuah kegiatan itu benar-benar untuk "belajar", atau cuma sekadar "gaya-gayaan" yang ujung-ujungnya memberatkan banyak pihak? Gimana menurutmu, Gengs?

×
Zoomed
TERKINI
YES 2025 menekankan perlunya pelibatan aktif generasi muda dalam perumusan kebijakan ekonomi karena dampaknya sangat sig...
news | 14:24 WIB
VinFast justru memisahkan harga baterai dari harga kendaraan. Melalui skema langganan, konsumen bisa memiliki mobil list...
news | 21:30 WIB
Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru....
news | 09:43 WIB
Kisah-kisah dari mereka yang telah memulai perjalanan bersama BSya ngasih gambaran jelas tentang bagaimana sebuah aplika...
news | 07:38 WIB
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, generasi muda nggak cuma cari sukses finansial, tapi juga makna dan keseimbangan...
news | 07:21 WIB