Film Animasi Merah Putih One For All Diledek Netizen: Kayak Tugas PPKn Dikerjain Semalem

Niatnya mulia banget, mau nampilin tema kebangsaan dan keberagaman, tapi film animasi Merah Putih One For All malah diledek habis-habisan oleh netizen.

Reza Sulaiman
Minggu, 10 Agustus 2025 | 16:15 WIB
Film Animasi Merah Putih One For All Diledek Netizen: Kayak Tugas PPKn Dikerjain Semalem

Film Animasi Merah Putih One For All Diledek Netizen: Kayak Tugas PPKn Dikerjain Semalem

guideku.com - Di tengah semangat menyambut HUT RI ke-80, muncul sebuah film animasi baru karya anak bangsa yang judulnya super nasionalis: Merah Putih One For All. Niatnya mulia banget, mau nampilin tema kebangsaan dan keberagaman, dan rencananya bakal tayang serentak di bioskop pada 14 Agustus 2025.

Tapi, bukannya dapat sambutan hangat, trailer dan cuplikan film ini justru "dihajar" habis-habisan oleh netizen. Dari mulai kualitas grafis yang dianggap "creepy", sampai ceritanya yang disebut-sebut "kayak tugas PPKn dikerjain semalem".

Jadi, Ceritanya Soal Apa Sih?

Biar nggak gagal paham, begini sinopsis singkatnya. Ceritanya, sebuah desa lagi siap-siap buat ngadain upacara 17-an. Tapi tiga hari sebelum hari H, bendera pusaka Merah Putih mereka hilang secara misterius!

Akhirnya, dibentuklah "Tim Merah Putih" yang isinya delapan anak dari berbagai latar belakang suku: Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa, Makassar, Manado, dan Tionghoa. Misi mereka satu: menemukan kembali bendera yang hilang. Sebuah premis yang sangat "kebangsaan" dan penuh pesan moral.

'Serangan' Bertubi-tubi dari 'Pengadilan' Netizen

Meskipun ceritanya punya pesan bagus, eksekusinya, terutama dari segi visual, justru jadi sasaran empuk kritik pedas. Ini beberapa "serangan" dari netizen yang viral:

Soal Kualitas Grafis yang 'Jomplang':

"Kartunnya creepy banget, jomplang banget sama Jumbo kemarin, padahal sama-sama buatan anak bangsa. Harusnya Jumbo dijadikan standar kualitas animasi Indonesia, ini malah terkesan downgrade," tulis @fariz*****, membandingkannya dengan film Jumbo yang sukses besar.

Soal Kesan 'Buru-buru':

"Dengan grafis sekelas keluarga Somat, ekspektasi pasti rendah. [...] Tapi kok bisa se buru-buru itu ya?" ungkap @mulia*******.

Sindiran Paling Nyelekit:

Baca Juga: Sah! Nadin Amizah Resmi Menikah, Netizen Kompak Patah Hati Berjamaah

"Maaf bukan maksud nggak nasionalis ya, tapi jujur film ini kerasa kek hasil tugas proyek PPKn anak SMA yang dikerjain seminggu sebelum deadline. [...] Saya rasa ngeliatin kursi bioskop yang kosong selama 2 jam mungkin lebih menghibur daripada nonton ini," sebut @nexu*****. Sebuah sindiran yang super telak.

Bukan Cuma soal Gambar, Ceritanya Juga Kena Kritik

Ternyata, nggak cuma visualnya yang dipermasalahkan. Alur ceritanya juga kena sentil. Netizen menilai plotnya lemah, terburu-buru, dan gagal membangun koneksi emosional. Trailer-nya bahkan dianggap terlalu banyak "membocorkan" isi cerita.

"Kalau niat untuk mengejar kualitas, bisa dimulai dari film durasi pendek dulu. Jangan langsung tayang di bioskop hanya untuk memeriahkan acara nasional. Itu kesannya cuma buat memenuhi LPJ aja," ujar akun @mbah******, mencurigai film ini cuma proyek "kejar tayang".

Pelajaran Pahit dari Sebuah Niat Baik

Gengs, kasus film Merah Putih One For All ini jadi pelajaran yang super pahit. Ini adalah bukti nyata bahwa di zaman sekarang, niat baik dan tema "nasionalis" saja tidak cukup.

Penonton, terutama generasi muda, sudah makin cerdas dan kritis. Mereka punya standar kualitas yang tinggi, apalagi setelah dimanjakan oleh film-film animasi sekelas Jumbo.

Membawa nama "karya anak bangsa" itu bukan lagi "tameng" yang bisa dipakai untuk menutupi kualitas yang seadanya. Justru sebaliknya, itu adalah sebuah tanggung jawab besar untuk bisa menyajikan karya yang benar-benar membanggakan, bukan cuma dari tema, tapi juga dari eksekusinya.

Gimana menurutmu? Apakah kita sebagai penonton terlalu keras, atau memang sudah saatnya standar kualitas film Indonesia (termasuk animasi) dinaikkan lebih tinggi lagi?

×
Zoomed
TERKINI
YES 2025 menekankan perlunya pelibatan aktif generasi muda dalam perumusan kebijakan ekonomi karena dampaknya sangat sig...
news | 14:24 WIB
VinFast justru memisahkan harga baterai dari harga kendaraan. Melalui skema langganan, konsumen bisa memiliki mobil list...
news | 21:30 WIB
Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru....
news | 09:43 WIB
Kisah-kisah dari mereka yang telah memulai perjalanan bersama BSya ngasih gambaran jelas tentang bagaimana sebuah aplika...
news | 07:38 WIB
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, generasi muda nggak cuma cari sukses finansial, tapi juga makna dan keseimbangan...
news | 07:21 WIB