Upacara 17 Agustus Anti-Mainstream: Gubernur Malut Jadi Putri Duyung dan Kibarkan Bendera di Bawah Laut
guideku.com - Kalau biasanya upacara 17-an itu identik dengan lapangan, pasukan berseragam, dan terik matahari, lain cerita dengan perayaan HUT RI ke-80 di Maluku Utara. Tahun ini, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bikin heboh dengan cara super unik: mengibarkan bendera Merah Putih di dasar laut Ternate sambil pakai kostum putri duyung alias mermaid!
Momen tersebut berlangsung di perairan Pantai Sulamadaha, Kota Ternate, dan langsung viral di media sosial. Bayangin aja, seorang gubernur rela nyelam ke kedalaman laut, lengkap dengan ekor mermaid yang kabarnya lumayan berat buat dipakai. Nggak heran kalau aksi ini jadi sorotan publik, bahkan jadi bahan diskusi nasional.
Pesan di Balik Aksi Nyelam Gubernur Sherly
Sherly Tjoanda ternyata nggak asal-asalan milih konsep ini. Menurutnya, pengibaran bendera di laut adalah simbol bahwa Indonesia bukan cuma daratan, tapi juga lautan yang luas banget, 70 persen wilayah kita adalah laut, lho!
Dengan kata lain, aksi ini bukan sekadar seremoni keren buat konten, tapi juga kampanye kesadaran supaya masyarakat lebih peduli pada ekosistem laut. Apalagi, Maluku Utara sendiri dikenal sebagai provinsi kepulauan dengan potensi bahari yang luar biasa.
Kolaborasi Spektakuler
Upacara bawah laut ini bukan kerja sendiri. Acara digelar lewat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Wanita Selam Indonesia (WASI) yang dipimpin Tri Tito Karnavian. Nggak main-main, ada sekitar 100 penyelam ikut serta dalam pengibaran bendera ini.
Tri Tito pun mengapresiasi ide gokil nan inspiratif dari sang gubernur. Katanya, "Menarik banget karena semua daerah rayakan upacara bendera, tapi nggak banyak yang bikin di dasar laut. Dan mungkin baru kali ini ada kepala daerah, apalagi gubernur, yang turun langsung menyelam sambil pakai kostum unik."
Sosok Sherly Tjoanda
Sherly Tjoanda sendiri punya perjalanan hidup yang cukup inspiratif. Perempuan kelahiran Ambon, 8 Agustus 1982, ini berdarah Tionghoa-Maluku. Ia menikah dengan Benny Laos pada 28 Mei 2005 dan dikaruniai tiga anak: Bennet Edbert Laos, Beneisha Edelyn Laos, dan Benedictus Edrick Laos.
Baca Juga: Gaji Anggota DPR Rp3 Juta Per Hari Jadi Trending, Publik Bandingin Sama UMR
Pendidikan Sherly juga nggak main-main. Ia lulusan International Business Management dari Universitas Petra Surabaya, lalu melanjutkan program double degree di Inholland University, Belanda, dan lulus tahun 2004. Sebelum terjun ke dunia politik, ia sempat menjadi Direktur PT Bela Group, perusahaan keluarga yang dikelolanya bersama sang suami.
Sayangnya, kehidupan Sherly sempat diguncang tragedi ketika suaminya meninggal dalam kecelakaan speedboat pada 12 Oktober 2024. Dari situlah ia akhirnya maju menggantikan suaminya dalam Pilgub Maluku Utara 2024, didampingi Sarbin Sehe sebagai wakil gubernur. Ia resmi dilantik pada 20 Februari 2025, sekaligus mewakili kepala daerah beragama Protestan dalam acara pelantikan serentak se-Indonesia.
Selain jadi gubernur, Sherly juga aktif di berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Malut, serta Ketua Yayasan Bela Peduli yang fokus pada anak yatim dan masyarakat kurang mampu.
Lebih dari Sekadar Gimmick
Banyak warganet yang memuji aksi Sherly Tjoanda sebagai bentuk promosi pariwisata yang kreatif. Apalagi Maluku Utara punya laut indah yang memang pantas dipromosikan ke dunia. Tapi tentu, ada juga suara-suara kritis yang mempertanyakan soal anggaran dan manfaat nyata dari aksi ini bagi rakyat.
Buat Sherly sendiri, upacara bawah laut ini punya makna personal. Ia bilang, kemerdekaan bukan cuma soal bebas dari penjajahan, tapi juga keberanian buat bangkit lagi setelah jatuh. Pesan itu jelas banget nyambung dengan perjalanan hidupnya yang harus bangkit setelah kehilangan suami.
Aksi Sherly Tjoanda kibarkan bendera di bawah laut sukses bikin banyak orang kagum sekaligus mikir. Kalau biasanya upacara cuma jadi rutinitas, kali ini ada pesan kuat yang dibawa: laut Indonesia adalah masa depan kita bersama.
Dengan gaya mermaid yang ikonik, Sherly bukan cuma bikin Maluku Utara jadi sorotan, tapi juga ngasih contoh bahwa pemimpin bisa tampil beda, kreatif, dan tetap punya makna dalam setiap langkahnya. Salut banget, Bu Gubernur!