Kirab 17-an Jabar heboh! Sosok Mirip Nyi Roro Kidul Disalami Dedi Mulyadi, Netizen Tuding Punya Obsesi
guideku.com - Perayaan HUT ke-80 RI di Jawa Barat tahun ini sebenarnya bisa jadi momen bersejarah buat Gubernur Dedi Mulyadi. Pertama kalinya beliau memimpin kirab bendera merah putih setelah menjabat sebagai gubernur. Tapi alih-alih cuma dikenang karena khidmat dan meriahnya acara, justru muncul satu sosok misterius yang bikin heboh: Nyi Roro Kidul.
Yes, kamu nggak salah baca. Potongan video yang viral di media sosial menampilkan seorang perempuan berbusana kain merah putih, lengkap dengan dayang-dayang pengiringnya, berjalan anggun sebelum kirab dimulai. Sosok itu digambarkan mirip banget dengan Nyi Roro Kidul, sang Ratu Pantai Selatan yang melegenda di Jawa.
Momen yang Bikin Geger
Video tersebut awalnya diunggah ke YouTube lalu menyebar cepat ke platform X (Twitter). Yang bikin publik tambah heboh, dalam video itu Gubernur Dedi terlihat berdiri tegap dan memberi hormat ke arah sosok perempuan yang menyerupai Nyi Roro Kidul tersebut.
Gestur singkat itu jadi sorotan. Bagi sebagian orang, tindakan itu dianggap bentuk penghormatan terhadap budaya dan kearifan lokal. Tapi di sisi lain, banyak juga yang langsung menuding Dedi melakukan semacam ritual pemujaan yang nggak pantas ditampilkan dalam acara kenegaraan.
Komentar pedas pun membanjiri lini masa. Ada yang nyindir dengan caption "Pilihan warga Jawa Barat", ada juga yang menuding kalau Dedi punya "obsesi" pribadi dengan sosok mistis ini. Bahkan, beberapa akun membongkar cerita lama soal ketertarikan Dedi dengan Nyi Roro Kidul sejak beliau masih menjabat bupati.
Viral di Medsos, Spekulasi Liar Bermunculan
Akun @BosPurwa termasuk yang bikin suasana makin panas. Dia membagikan potongan video dengan narasi serius, menyebut Dedi Mulyadi punya hubungan spiritual khusus dengan Nyi Roro Kidul sejak lama.
"Ini bukan lagi pentas seni dan budaya, tapi OBSESI. Info dari temen yang pernah deket sama doi, obsesi ke Nyi Roro Kidul mulai sejak jadi bupati bahkan 3 tahun tidak menggauli istrinya pun karena perintah, wangit dari Nyi Roro Kidul," tulisnya.
Postingan itu langsung meledak: ratusan ribu tayangan, ribuan retweet, plus ratusan komentar. Warganet pun terbelah jadi dua kubu:
Baca Juga: Buntut Drama Royalti, Menkum Perintahkan Audit Total LMKN dan LMK!
Sampai sekarang, baik Gubernur Dedi maupun pihak Pemprov Jawa Barat masih bungkam. Nggak ada klarifikasi resmi soal maksud dari prosesi itu. Keheningan ini justru bikin publik makin penasaran dan spekulasi makin liar.
Antara Budaya, Keyakinan, dan Kontroversi
Kalau dipikir-pikir, fenomena ini sebenarnya nunjukkin dilema klasik: batas antara budaya, kepercayaan, dan kepatutan seorang pemimpin. Di satu sisi, Indonesia memang kaya tradisi dan mitologi, termasuk cerita tentang Nyi Roro Kidul yang sudah jadi bagian dari folklore Jawa sejak dulu.
Tapi di sisi lain, ketika tradisi itu masuk ke acara resmi kenegaraan, wajar kalau publik jadi sensitif. Apalagi kalau sampai ada gestur hormat dari seorang gubernur, momen yang biasanya hanya ditujukan untuk bendera atau simbol negara.
Buat sebagian orang, mungkin ini cuma bagian dari atraksi seni budaya. Tapi bagi yang lain, ini bisa dianggap melampaui batas, bahkan "nggak pantas". Di sinilah letak panasnya perdebatan.
Apapun sudut pandangnya, kemunculan sosok mirip Nyi Roro Kidul di acara 17-an Jawa Barat jelas meninggalkan jejak kontroversi. Dari yang awalnya cuma kirab bendera, acara ini kini jadi bahan gosip nasional, dibumbui teori, tudingan, dan cerita mistis yang bikin merinding sekaligus penasaran.
Apakah benar itu sekadar pertunjukan budaya? Atau ada makna spiritual di baliknya? Hanya waktu (dan mungkin klarifikasi resmi) yang bisa jawab. Yang jelas, nama Nyi Roro Kidul kembali jadi buah bibir di tengah masyarakat modern.
Jadi gimana menurut kamu? Apakah kehadiran sosok ini harus dilihat sebagai bagian dari seni budaya, atau memang ada sesuatu yang lebih dalam di balik hormat Gubernur Dedi?