Mewah, Resor Bintang Lima Ini Malah Disebut Mirip Kota Hantu

Ini sebabnya resor itu mirip kota hantu.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Rabu, 03 Juli 2019 | 15:00 WIB
Resor mewah Sipopo di Guinea Khatulistiwa (Google Maps)

Resor mewah Sipopo di Guinea Khatulistiwa (Google Maps)

Guideku.com - Di negara Guinea Khatulistiwa, Afrika Tengah, ada sebuah resor mewah bernama Sipopo yang menawarkan fasilitas bintang lima.

Layaknya resor-resor mewah lainnya, Sipopo yang berada di dekat pantai ini tentunya dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang memanjakan.

Tidak main-main, Sipopo atau Sofitel Malabo Sipopo Le Golf Hotel tersebut dibangun dengan biaya mencapai USD 670 juta atau sekitar 9 triliun jika dirupiahkan.

Namun, terlepas dari 52 villa mewah, kolam renang pribadi, lapangan golf, hingga pantai eksklusif yang ada, resor di Guinea Khatulistiwa ini malah bak kota hantu.

Sipopo sendiri awalnya dibangun sebagai lokasi tuan rumah perkumpulan African Union. Sayang, seiring berjalannya waktu, jumlah turis yang mau datang ke Sipopo bisa dihitung jari.

Resor mewah Sipopo di Guinea Khatulistiwa (Google Maps)
Resor mewah Sipopo di Guinea Khatulistiwa (Google Maps)

"Ini membuat depresi, tidak ada siapa-siapa," ujar salah seorang pengunjung seperti dilansir dari laman The Star.

"Kau bisa mendengar suara dari langkah kakimu sendiri," tambah pekerja di hotel mewah tersebut.

Pengunjung Sipopo sendiri kebanyakan adalah orang-orang kaya yang mencari privasi sekaligus pejabat pemerintah yang terkenal korup.

Sementara, pengunjung seperti pasangan yang bulan madu, pengusaha, atau keluarga terhitung sedikit.

Baca Juga: Menginap di Resort Ini, Turis Alami Sakit Parah Hingga Meninggal

Tak heran, pantai buatan di Sipopo pun terlihat terabaikan. Bahkan, mall yang dibangun di resor tersebut tetap dibiarkan tutup karena sepi pengunjung.

Resor mewah Sipopo di Guinea Khatulistiwa (Google Maps)
Resor mewah Sipopo di Guinea Khatulistiwa (Google Maps)

Diperkirakan, resor mewah Sipopo sepi pengunjung karena rendahnya tingkat turisme di Guinea Khatulistiwa.

Meski disebut-sebut sebagai destinasi liburan yang memukau, nyatanya jumlah turis di Guinea Khatulistiwa sama sekali tidak dilaporkan dalam laporan terbaru World Bank.

"Negara tersebut selalu menjadi misteri bagi orang luar, yang terhalang untuk berkunjung karena sulitnya proses visa dan kurangnya infrastruktur bagi turis," ujar laman tur asal Inggris soal wisata ke Guinea Khatulistiwa.

Di sisi lain, harga Sipopo yang mencapai USD 224 atau 3,4 juta per malam untuk kamar termurah pun masih dianggap terlalu mahal bagi warga setempat.

Hal ini dikarenakan lebih dari 2.3 warga Guinea Khatulistiwa hidup di bawah garis kemiskinan, sementara 55% warga yang sudah berusia di atas 15 tahun menjadi pengangguran.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Beberapa hotel bahkan sudah melakukan pengurangan jam kerja sejumlah karyawan....
stay | 10:00 WIB
Deretan hotel murah di Kupang yang bisa jadi pilihan....
stay | 10:00 WIB
Pasangan tersebut memilih Bvlgari Resort Bali sebagai lokasi pernikahan....
stay | 10:00 WIB
Angga Yunanda dan Shenina Chinnamon menikah di kapel Bvlgari Resort Bali....
stay | 10:00 WIB
Pekan lalu, Mbak Lala akhirnya dinyatakan lulus dari kuliahnya di Tanri Abeng University....
stay | 10:00 WIB
Sembilan hotel & resor portofolio Hilton siap meluncurkan penawaran eksklusif di salah satu pameran pernikahan terbesar ...
stay | 16:00 WIB
Apakah kamu pernah bermimpi menginap di hotel?...
stay | 12:00 WIB
Jakarta menawarkan berbagai pilihan staycation menarik yang bisa memberikan pengalaman istimewa saat menikmati libur Nat...
stay | 20:01 WIB
Bagi kamu yang ingin mencari pengalaman liburan santai dan dekat dengan alam, tampaknya Garut bisa menjadi pilihan sempu...
stay | 15:37 WIB
Film bergenre action kriminal berjudul The Courier akan menghiasi layar kaca malam ini, Selasa (19/12/2023) pukul 23.00 ...
stay | 13:30 WIB