Travel

Travel Blogger Profesi Favorit Milenial, Tapi Bukan Favorit Camer

Liburan dan fulus jalan terus, tapi camermu mungkin nggak ngurus!

Dany Garjito

Profesi idaman milenial. (Unsplash)
Profesi idaman milenial. (Unsplash)

Guideku.com - Cihuy, selamat dulu nih buat kamu yang udah resmi jadi travel blogger! Soalnya, katanya sih travel blogger disebut-sebut menjadi salah satu profesi favorit milenial.

Ya gitu deh, jalan-jalan emang seru sih, apalagi kalau dibayar.

Maksudnya dibayar di sini nggak melulu dapat duit dari kantor lho, karena zaman sekarang kamu wahai travel blogger bisa aja dibayar sama Google lewat Google Adsense.

Dan kalau mau digali lebih dalem dan lebih serius lagi, travel blogger nggak melulu cuma bisa ngandalin uang saku dari mbah Google.

Bisa mulai dari content placement sampai yang tinggal diminta pasang banner di blog sama agen wisata tertentu, itu udah bisa dapet duit.

Tapi segala utopia itu nggak melulu bisa membuat camermu silau lho!

Kok bisa sih? Ini alasannya!

Baju kerja nggak kayak pegawai kantoran apalagi pegawai negeri

Ilustrasi cara manfaatkan media sosial untuk rencanakan traveling. (Unsplash)
 Baju santai buat traveling. (Unsplash)

 

Namanya juga travel blogger, kerjanya jalan-jalan melulu, tentu baju tempurnya bukan kemeja rapi berdasi ala eksekutif muda di kantor swasta atau baju seragam ala pegawai negeri.

Anak blogger apalagi travel blogger biasanya pakai baju atau kaos yang nyaman dengan celana jeans yang nggak jarang udah sobek di bagian dengkul.

Mungkin saja gaya pakaian travel blogger kayak gitu yang membuat profesi ini kurang meyakinkan di mata calon mertua.

BACA JUGA: Cara Bikin Paspor, Nggak Harus Antre Bro!

Kerjanya nggak jelas

Koper. (Unsplash)
Koper. (Unsplash)

 

Sebenarnya kerjaan travel blogger jelas kok (baca: lumayan jelas). Yang mungkin bikin camer nggak terlalu paham adalah cara ngejelasinnya.

Memang agak sulit menjelaskan profesi yang berkutat dengan jalan-jalan tapi dibayar, apalagi dibayarnya lewat iklan di internet.

Mungkin yang ada kamu bakalan dianggap cuma mengada-ada.

Travel blogger nggak semua punya kantor

Ilustrasi coworking space. (Unsplash)
Ilustrasi coworking space. (Unsplash)

 

Ya, modal jadi travel blogger tak jarang hanya laptop, koneksi internet, uang buat jalan dan jajan, serta kreativitas.

Kantor?

'Kantor' para travel blogger nggak jauh-jauh dari kafe, coworking space, sama rumah atau kost. Udah.

Ya kalau punya kantor yang nugasin kamu buat jalan-jalan ya kamu beruntung banget sih. Kayak di 'ehm' Guideku.com.

BACA JUGA: Mau Pakai WiFi Gratis di Luar Negeri saat Traveling? Ini Caranya!

Jalan-jalan melulu, ngurus keluarganya kapan?

Jalan-jalan terus. (Unsplash)
Jalan-jalan terus. (Unsplash)

 

Akan lebih enak jika kerja kantoran, jam kerjanya jelas, masuk kantornya kapan balik kantornya juga kapan lebih jelas.

Lha kalau travel blogger, kayak yang udah dijelasin sebelumnya, kantor aja belum tentu punya, gimana dong?

Hal ini tentu berimbas pada pertanyaan kayak kapan ngurus keluarganya kalau pulang kerjanya kapan aja nggak tahu?

Gaji travel blogger memang bisa jadi lebih tinggi dari pegawai kantoran, tapi..

Ilustrasi traveler terboros di dunia. (Unsplash)
Ilustrasi traveler terboros di dunia. (Unsplash)

 

Dengan banyaknya peluang sumber penghasilan yang bisa diraup travel blogger, bisa jadi pendapatannya lebih besar dari pegawai kantoran.

Apalagi yang sudah terkenal dan dicap sebagai selebgram atau influencer, bukan nggak mungkin mereka bisa bolak-balik Jakarta - Labuan Bajo tiga kali dalam sebulan.

Tapi ya gitu deh, kalau udah dicap bukan profesi idaman camer, kamu bisa apa?

BACA JUGA: Aman Mana, ATM atau Money Changer saat di Luar Negeri?

Jadi travel blogger atau bukan, yang paling penting tetap sayang dan setia dengan pacar dan tetap hormat dengan camer, serta berdoa aja camer bakal luluh hatinya.

Selamat berjuang wahai travel blogger!

Berita Terkait

Berita Terkini