Travel

Nggak Cuma Halloween, Inilah 4 Festival Unik Selama Musim Gugur

Dari yang seseram Halloween sampai khusus buat para jomblo ada di sini!

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Festival Musim Gugur (Pixabay/Andi_Graf)
Ilustrasi Festival Musim Gugur (Pixabay/Andi_Graf)

Guideku.com - Musim gugur, khususnya di belahan bumi utara, adalah periode waktu yang bertaburan dengan aneka macam festival.

Mulai dari festival budaya hingga festival yang berbau tradisional, nyaris semuanya bisa kamu temukan.

Nah, memasuki awal musim gugur tahun ini, yang ditandai dengan ekuinoks musim gugur tanggal 23 September lalu, nggak ada salahnya kalau teman travelers sekalian berkenalan dengan festival-festival ala musim gugur.

Ekuinoks musim gugur sendiri adalah peristiwa ketika matahari tepat berada di atas khatulistiwa, sehingga durasi siang dan malam di seluruh wilayah Bumi menjadi sama yaitu 12 jam.

Meski begitu, alasan di balik aneka ragam festival ini ternyata tidak terlalu berhubungan dengan peristiwa ekuinoks musim gugur.

Alih-alih, 4 festival di bawah ini pasti akan membuatmu terbagi antara lapar, bergidik, atau jadi berharap dapat jodoh!

Penasaran apa aja? Yuk simak festival musim gugur yang sudah dirangkum Guideku.com berikut!

1. Chuseok

Songpyeon saat Chuseok (instagram.com/morakmorak_)
Songpyeon saat Chuseok (instagram.com/morakmorak_)

Diadakan di Korea Selatan, Chuseok adalah festival yang diadakan selama tiga hari di bulan September atau Oktober saat bulan purnama tiba, tepatnya mendekati ekuinoks musim gugur.

Pada festival ini, keluarga-keluarga di Korea akan memberikan persembahan berupa makanan untuk menghormati arwah leluhur mereka.

Tidak hanya itu, Chuseok bisa juga dibilang semacam Thanksgiving atau festival panen di mana orang-orang Korea akan menikmati aneka makanan tradisional, salah satunya adalah songpyeon.

Songpyeon sendiri adalah kue beras yang biasanya diisi dengan kacang hijau, kacang merah, madu, dan semacamnya.

Bentuk songpyeon sebenarnya menggambarkan bulan, namun akhir-akhir ini, kamu bisa menemui aneka macam bentuk songpyeon yang unik nan memanjakan mata di Korea.

2. Mehregan

Mehregan (Wikipedia)
Mehregan (Wikipedia)

Masih sedikit mirip dengan Thanksgiving, Mehregan adalah festival panen yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

Festival ini mulai ada sejak zaman kekaisaran Persia, dan saat ini, tradisi tersebut diteruskan oleh penduduk modern di Iran.

Bukan cuma rakyat Iran, festival ini juga dilakukan oleh komunitas warga Iran yang tinggal di Kanada, lho.

Dalam festival ini, mereka merayakannya dengan rasa persahabatan, cinta, dan saling memberi hadiah.

Biasanya, saat Mehregan diadakan, keluarga-keluarga Iran akan melapisi meja dengan taplak aneka warna dan meletakkan aneka objek tradisional di atasnya.

3. Matchmaking Festival

Matchmaking Festival (williedaly.com)
Matchmaking Festival (williedaly.com)

Buat kamu para jomblo yang mengharap jodoh cepat datang, tidak ada salahnya kalau kamu cepat-cepat booking tiket ke Irlandia sekarang, tepatnya ke kota Lisdoonvarna.

Diadakan selama sebulan penuh, tepatnya dari akhir Agustus hingga akhir September, festival ini sudah menjadi tradisi selama 150 tahun.

Meski Lisdoonvarna sendiri adalah kota kecil yang hanya dihuni 700-an orang, namun ribuan pengunjung akan datang saat Matchmaking Festival ini berlangsung.

Para pengunjung dapat mendengarkan musik, berdansa, dan mendapatkan saran dari seorang matchmaker berumur 70-an tahun yang sudah berhasil menjodohkan dan menikahkan 3.000 orang.

Gelar matchmaker saat ini dipegang oleh Willie Dally, yang fotonya bisa kamu lihat di atas. Tertarik untuk mencoba cari jodoh di sini?

4. Dia de los Muertos

Day of the Dead (Wikipedia)
Day of the Dead (Wikipedia)

Kalau yang tadi bikin baper, kali ini ada festival Dia de los Muertos atau Day of the Dead.

Dilangsungkan di Meksiko pada tanggal 31 Oktober - 2 November, festival ini ditujukan sebagai selebrasi atas mereka yang sudah meninggal.

Dalam festival ini, para warga Meksiko akan menggunakan dandanan yang cukup seram layaknya saat Halloween.

Meski begitu, festival ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengubah atmosfer rasa sedih dan takut yang ada menjadi kebahagiaan dan perayaan.

Jadi, jangan heran kalau warga Meksiko merayakan Day of the Dead ini dengan makan-makan, berpesta, dan berparade dengan kostum aneka warna, ya.

Berita Terkait

Berita Terkini