Travel

Bikin Ngakak, Turis Ini Minta Dipijat tapi Malah Dapat Kerokan

Kok bisa-bisanya malah disebut 'pijat naga merah', sih?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Pijat Relaksasi (Pixabay)
Ilustrasi Pijat Relaksasi (Pixabay)

Guideku.com - Kisah viral turis asal Australia ini berawal saat Matthew dan Candise Raison memutuskan untuk menggunakan jasa go-massage dengan tujuan berelaksasi.

Namun bukannya pijat biasa, Matthew malah menerima pijatan luar biasa yang dia sebut dengan nama ''pijat naga merah''.

Sepintas frasa tersebut memang terdengar asing bagi kita. Padahal, sebenarnya, pengalaman kocak turis ini saat berada di Bali tercipta akibat miskomunikasi semata.

Awalnya, sang tukang pijat bertanya apakah Matthew ingin mengeluarkan ''naga merah'' dari dalam dirinya.

Ilustrasi Kerokan (instagram.com/senitanduk)
Ilustrasi Kerokan (instagram.com/senitanduk)

Kurang paham dengan maksud si tukang pijat, Matthew pun iya-iya saja dan mengira bahwa ''pijat naga merah'' ini semacam pijat dengan ritual keagamaan khas Bali.

Jadi, nggak heran kalau Matthew kaget saat mendapati bahwa si tukang pijat mendadak mulai melakukan aksi pijatnya dengan mengerok punggung Matthew menggunakan koin.

Yup, apa yang disebut ''pijat naga merah'' ini sebenarnya adalah kerokan, salah satu alternatif pengobatan yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia saat sedang pegal atau masuk angin.

Nggak cuma di Indonesia, beberapa negara di Asia juga percaya kalau kerokan dapat mengeluarkan zat-zat berbahaya dari tubuh dan memperlancar peredaran darah.

Ilustrasi Kerokan (instagram.com/prasetyoalbertus)
Ilustrasi Kerokan (instagram.com/prasetyoalbertus)

Matthew sendiri mengaku kalau pengalamannya mendapat ''pijat naga merah'' alias kerokan di punggungnya ini adalah pengalaman yang penuh dengan tawa sekaligus air mata.

Pasalnya, meski harus menahan sakit dari proses kerokan tersebut, Matthew menyatakan bahwa sakit punggung kronis yang dideritanya selama 3 tahun terakhir tak lagi terasa menyakitkan.

Meski begitu, tetap saja Matthew harus bertahan dengan garis-garis merah yang memenuhi sepanjang punggung hingga tulang ekornya sebelum lima hari sebelum akhirnya bekas tersebut memudar.

Hm, kira-kira, ada nggak ya turis lain yang juga tertarik untuk merasakan pengalaman menjadi naga merah seperti Matthew?

Berita Terkait

Berita Terkini