Travel

Kampung Ini Dihuni Lelaki Buaya Darat, Alasannya Membuatmu Salut

Percaya nggak percaya, sosok Killmonger ternyata ada di dunia nyata.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi lelaki. (Pixabay/mateusmiliano10)
Ilustrasi lelaki. (Pixabay/mateusmiliano10)

Guideku.com - Tak bisa dipungkiri lagi memang, setiap suku di dunia ini memiliki kebudayaan yang unik dan beragam. Kali ini Guideku.com akan mengajakmu jalan-jalan sebentar ke Papua Nugini.

Bukan cuma panoramanya saja yang luar biasa indah, Papua Nugini ternyata juga terkenal masih menjaga budaya dan tradisi para leluhur lho.

Salah satunya yang sangat terkenal unik yaitu tradisi dari Suku Chambri. Di sini kamu bisa menjumpai lelaki buaya darat. Eits tapi bukan lelaki yang suka gonta-ganti pacar ya!

Tapi lelaki dewasa di sini punya kulit tubuh seperti kulit buaya.

Jika kamu pernah menonton film Black Panther kalian pasti tidak asing dengan penampilan tokoh Killmonger yang memiliki tekstur kulit timbul mirip buaya.

Tradisi skarifikasi buaya di Papua Nugini. (Instagram/@brassturtle)
Tradisi skarifikasi buaya di Papua Nugini. (Instagram/@brassturtle)

 

Ya, ternyata Suku Chambri hingga saat ini masih menjalankan ritual skarifikasi buaya.

Di mana kulit laki-laki asli Suku Chambri ini nantinya akan dilukai saat memasuki usia dewasa. Bikin merinding kan?

Melalui ritual dan upacara adat, setiap anak laki-laki Suku Chambri wajib melakukan skarifikasi buaya yang satu ini.

Masih bertetangga dengan Indonesia, Suku Chambri ini tinggal di wilayah sebuah perkampungan di provinsi Sepik Timur, Papua Nugini.

Bukan tanpa alasan, ternyata hewan buaya ini sangat dihormati oleh Suku Chambri.

Menurut warga asli Suku Chambri, buaya dikenal sebagai hewan spiritual dan pemangsa yang sangat kuat.

Konon katanya, seekor buaya dari Sungai Sepik ini pernah ada yang bermigrasi ke daratan dan berubah menjadi manusia lho, travelers. Unik banget kan?

Tradisi skarifikasi buaya di Papua Nugini. (Instagram/@brassturtle)
Tradisi skarifikasi buaya di Papua Nugini. (Instagram/@brassturtle)

 

Ritual ini dilakukan dengan harapan anak laki-laki asli Suku Chambri tumbuh menjadi seorng pria yang tangguh dan kuat.

FYI, biasanya agar tidak terjadi infeksi, luka skarifikasi buaya tadi akan diolesi dengan minyak pohon dan tanah liat.

Nah, itu tadi sedikit kisah tentang ritual skarifikasi buaya Suku Chambri.

Semoga informasi tadi bermanfaat dan menambah wawasan kalian tentang budaya ya, travelers!

BACA JUGA: Merasakan Sensasi Perawatan ala Putri Keraton di Nurkadhatyan Spa

Info review Hotel, Restoran, Cafe, dan Produk silakan hubungi kontak Guideku.com

Berita Terkait

Berita Terkini