Travel

Bersihkan Sampah Pantai Tanjung Bira, Turis Ini Malah Dimarahi

Ada apa nih?

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Tumpukan Sampah (Pixabay)
Ilustrasi Tumpukan Sampah (Pixabay)

Guideku.com - Masalah sampah plastik di pantai memang sudah lama menjadi perhatian dunia. Banyak pula cerita miris mengenai binatang-binatang laut yang mati akibat sampah plastik.

Tak heran, banyak lokasi wisata yang mulai mengimbau turis dan wisatawan untuk membersihkan sampah mereka sendiri dan tidak membuangnya sembarangan.

Namun, lain halnya dengan kisah wisatawan yang satu ini saat berkunjung ke Tanjung Bira, Sulawesi Selatan. Dalam waktu singkat, curhatannya telah menjadi viral di media sosial.

Bukannya membuang sampah sembarangan, wisatawan ini datang dengan niat baik membersihkan sampah pantai yang bertebaran. Sayang, aksinya tersebut malah mendapat amukan oknum setempat.

Wisatawan Diamuk Warga Saat Bersihkan Sampah Pantai (facebook.com/uus.bojolondo)
Wisatawan Diamuk Saat Bersihkan Sampah Pantai (facebook.com/uus.bojolondo)

 

Dilansir dari akun facebooknya, wisatawan ini bercerita bahwa dia dan keluarganya punya kebiasaan membersihkan sampah plastik saat berkunjung ke pantai.

Nah, selepas bermain di pantai, mulailah wisatawan ini mengumpulkan sampah-sampah plastik, botol, dan lain sebagainya. Namun, di tengah-tengah kegiatan mereka memungut sampah pantai, tiba-tiba mereka didatangi oknum.

BACA JUGA: Mereka yang Selamat dari Bencana di Indonesia di Tahun 2018

Tak disangka, penduduk lokal ini malah marah-marah ke mereka dan menyuruh wisatawan ini untuk berhenti. Alasannya pun sukses bikin geleng kepala.

Dikatakan, alasan oknum tersebut melarang sampah pantai dipunguti adalah ''sampah seharusnya dikubur di area pantai dan ditutup pasir agar pantainya luas''.

Wisatawan Diamuk Warga Saat Bersihkan Sampah Pantai (facebook.com/uus.bojolondo)
Wisatawan Diamuk Saat Bersihkan Sampah Pantai (facebook.com/uus.bojolondo)

 

Tak mau keburu terbawa emosi, wisatawan ini pun berusaha menjelaskan bahwa plastik baru akan terurai setelah ratusan tahun lamanya. Bahkan, wisatawan ini berbaik hati memutarkan video Youtube tentang bahaya plastik bagi binatang laut.

Sayang, usahanya tersebut gagal total. Bukannya paham, oknum ini malah ngotot dan berkata, ''Umur kita kan nggak nyampai 100 tahun jadi nggak bakalan nemu sampah kayak gini''. Duh!

BACA JUGA: Saksi Tsunami Selat Sunda : Aku dan Calon Suamiku Terjebak di Pantai Carita

Menyadari bahwa si oknum tersebut akan tetap ngotot pada pendiriannya, akhirnya wisatawan ini dan keluarganya pun memilih pergi meski dengan hati dongkol dan kesal.

Tak lupa, wisatawan ini pun berkata bahwa dia tidak berharap statusnya sampai di menteri kelautan, Susi Pudjiastuti. Meski begitu, dia tetap berharap agar masyarakat dapat berubah sehingga penanggulangan sampah plastik di pantai akan lebih baik lagi.

Berita Terkait

Berita Terkini