Ukai, Tradisi Memancing Menggunakan Burung Khas Jepang

Warisan leluhur, kekayaan khas Negeri Matahari Terbit.

Dany Garjito | Aditya Prasanda
Sabtu, 26 Januari 2019 | 11:15 WIB
(Wikimedia Douggers)

(Wikimedia Douggers)

Guideku.com - Ukai, tradisi memancing khas Jepang ini telah ada sejak ribuan tahun lalu. Memancing ala ukai, kita tak perlu menggunakan alat pancing untuk mendapatkan ikan melainkan menggunakan burung kormoran.

Burung kormoran, sejenis burung laut yang dikenal ahli menangkap ikan ini dimanfaatkan nelayan Negeri Matahari Terbit untuk memancing di sungai.

(Wikimedia JJ Harisson)
Burung kormoran (Wikimedia JJ Harisson)

 

Baca Juga: Kini Menjelma Jadi Hot Mom, Begini 5 Gaya Liburan Sarah Azhari

Laporan Amusing Planet menyebut tradisi memancing yang berkembang di kawasan Nagara, Prefektur Gifu ini biasa dilakukan setiap malam musim panas dari tanggal 11 Mei hingga 15 Oktober, kecuali tatkala debit air tengah meninggi dan periode panen tengah dimulai.

Saat nelayan Jepang melaksanakan prosesi ukai, mereka akan menyisir sungai menggunakan perahu yang dilengkapi obor besar.

Burung kormoran yang diikatkan tali di lehernya kemudian dilempar ke sungai, dan nelayan akan mengikuti arahan burung-burung tersebut.

Baca Juga: Terlantar Bak Rawa-Rawa, Taman Bermain Ini Ternyata Milik Disney

Para nelayan akan membiarkan kawanan burung kormoran memakan ikan-ikan kecil. Sementara saat kawanan kormoran memakan ikan besar, nelayan akan menarik burung tersebut ke atas kapal dan mengambil ikan di tenggorokan mereka.

Umumnya burung kormoran sanggup menelan enam ikan sekaligus.

(Wikimedia Keisai Eissen)
(Wikimedia Keisai Eissen)

 

Baca Juga: Melebur dengan Tebing Batu, Inilah Desa yang Melawan Hukum Gravitasi

Saat tradisi ukai digelar, satu kapal biasanya akan diisi enam pemancing yang disebut sebagai usho.

Para usho terpilih memiliki keterampilan khas yang diwariskan secara turun temurun.

(Wikimedia Douggers)
(Wikimedia Douggers)

 

Baca Juga: Bikin Heboh, Sekelompok Mahasiswa Gelar Pertunjukan Musik di Pesawat

Hari ini tradisi ukai juga dapat dinikmati para wisatawan yang akan membuntuti para usho menggunakan kapal lainnya.

Jika ingin menyaksikan prosesi ukai, kita harus merogoh kocek sebesar 1.500 hingga 3.500 Yen atau setara Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu untuk menyewa kapal.

Berita Terkait TERKINI
Bila sudah begitu, tentu perjalanan akan memakan waktu lebih lama karena kemungkinan jalanan kebih padat dari biasanya....
travel | 11:15 WIB
KBRI Tokyo juga secara simultan mendukung pelaksanaan Garuda Travel Fair serta mendorong pembukaan penerbangan langsung ...
travel | 11:00 WIB
Vaksinasi hanya sebatas anjuran dan sudah tidak lagi menjadi syarat wajib dalam bepergian naik KA saat mudik Lebaran 202...
travel | 10:59 WIB
Hasil survei mengungkap bahwa 4 dari 5 wisatawan peduli dengan perjalanan yang lebih ramah lingkungan....
travel | 17:09 WIB
Inilah beberapa hal menarik tentang Kamboja yang terlalu sayang dilewatkan....
travel | 13:57 WIB
Sudah beli tiket mudik Lebaran? Simak beberapa tips berburu tiket pesawat murah di bawah ini....
travel | 16:57 WIB
Banyak wisatawan berharap bisa menyaksikan langsung keindahan aurora, termasuk Rachel Vennya....
travel | 07:07 WIB
Mau naik balon udara seperti Fuji ketika liburan di Turki?...
travel | 07:34 WIB
Negara Vietnam belakangan menjadi tujuan liburan yang semakin disukai wisatawan asal Indonesia....
travel | 09:57 WIB
Jelajahi laut dengan mengikuti aturan keselamatan dan keamanaan....
travel | 21:45 WIB
Tampilkan lebih banyak