Smartphone Penumpang Keluarkan Asap, Kereta Berhenti Darurat

Wah, smartphone milik penumpang ini kenapa ya?

Dany Garjito | Arendya Nariswari
Rabu, 20 Februari 2019 | 15:30 WIB
Ilustrasi kereta api. (Unsplash/Viktor Forgacs)

Ilustrasi kereta api. (Unsplash/Viktor Forgacs)

Guideku.com - Belum lama ini salah satu kereta di Stasiun MRT Dhoby Ghaut Singapura terpaksa diberhentikan usai smartphone salah seorang penumpang terlihat mengeluarkan asap.

Setidaknya seluruh penumpang di kereta tersebut segera dievakuasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Dilansir Guideku.com dari laman Strait Times, Pertahanan Sipil Singapura (SCFD) tengah melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Beruntung, tak ada kebakaran atau penumpang yang cedera akibat peristiwa Selasa (19/2/19) lalu.

Penumpang telah dievakuasi sebagai tindakan antisipasi, ungkap Tammy Tan selaku senior vice-president of corporate communications di SBS Transit.

SCDF dan Komando Keamanan Transportasi Umum juga dikerahkan untuk melakukan tindakan terkait keselamatan dalam menanggapi insiden tersebut.

Usai dilakukan evakuasi penumpang, kereta segera dikembalikan ke pangkalan.

Ilustrasi stasiun kereta api. (Pixabay/Free-Photo)
Ilustrasi stasiun kereta api. (Pixabay/Free-Photo)

 

Seorang pembaca Straits Times yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya berada dalam kereta dan berdiri sekitar 1 meter dari si pemilik smartphone.

Kereta tersebut awalnya berjalan menuju Stasiun MRT Dhoby Ghaut.

''Pemilik smartphone tengah mengobrol berdua dengan teman lainnya. Tapi tiba-tiba dia merasa tak nyaman mengambil smartphone dari saku dan melemparnya ke lantai,'' ungkap orang tersebut.

Dirinya juga bercerita bahwa smartphone tersebut mengeluarkan asap tebal.

Smartphone itu juga membakar sedikit lubang di saku si pemilik.

Baca Juga: 5 Potret Celine Evangelista di Italia, Pulang Kampung Nih

Sang pemilik smartphone sempat terlihat kebingungan pada waktu itu.

Tiba di Stasiun MRT Dhoby Ghaut, penumpang segera turun ke tempat lebih aman dibantu oleh dua petugas.

Dikabarkan smartphone tersebut bermerk Honor yang masih merupakan sub brand dari Huawei.

Insiden smartphone mengeluarkan asap di kereta ini tentunya sempat menjadi sorotan khususnya oleh warga Singapura. 

Ilustrasi kereta api. (Unsplash/Dark room)
Ilustrasi kereta api. (Unsplash/Dark room)

 

Larry Yeung (31) yang saat itu juga berada di dalam kereta mengatakan awalnya semuanya sangat tampak normal.

''Kereta berhenti sekitar satu menit, setelah itu terdengar pengumuman bahwa seluruh penumpang diminta untuk turun segera dari kereta,'' ungkap Yeung.

Ketika pengumuman, pihak stasiun belum menyebutkan alasan kenapa mereka harus segera turun agar penumpang tetap tenang.

Pada waktu itu keadaan penumpang sangat ramai, beruntung jadwal kereta pengganti berikutnya tetap tepat waktu.

''Saya beruntung bisa naik kereta berikutnya, sebab ada beberapa orang yang tak berhasil masuk,'' imbuh Yeung.

Wah, semoga kejadian smartphone mengeluarkan asap di kereta ini tak terulang kembali ya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB