(Pixabay Werner22Brigitte)
Guideku.com - Pernah mendengar legenda kota kuno di dasar laut, Atlantis? Meski hari ini kebenaran kota kuno yang tenggelam dalam waktu semalam tersebut belum dapat dibuktikan, di berbagai belahan dunia, kota kuno di dasar lautan serupa legenda Atlantis benar nyata adanya.
Menghimpun dari berbagai sumber, Guideku.com mencatat 4 kota kuno yang bernasib serupa Atlantis. Apa saja?
Thonis-Heracleion di Mesir

Tenggelam di dasar Laut Mediterannia sekitar 1.200 tahun silam, kota legendaris Thonis-Heracleion dahulu diperkirakan berada di mulut delta Sungai Nil.
Di sekitar lokasi penemuan artefak Thonis-Heracleion, para arkeolog juga mendapati puing-puing lebih dari 64 kapal, koin emas dan patung raksasa setinggi 4 meter.
Sincheng di China

Kota bawah laut nan megah dan misterius ini bernama Shicheng, sebuah peninggalan peradaban imperial China.
Bersemayam di bawah Danau Qiando, Provinsi Zheziang, dapat kita temukan arsitektur batu peninggalan Dinasti Ming dan Qing yang berkuasa pada medio 1368 hingga 1912.
Laporan BBC menyebut Shicheng yang dalam bahasa Mandarin berarti Kota Singa ini sengaja ditenggelamkan pada 1959.
Proyek penenggelaman kota ini bertujuan untuk membuat jalan bagi bendungan Xin'an.
Saat proyek penenggelaman berlangsung, sekitar 300 ribu orang direlokasi, bahkan beberapa penduduk setempat merupakan penghuni turun temurun kota Shicheng selama berabad-abad lamanya.
Baca Juga: Gajinya 25 Kali Lipat dari Guru, Dodit Mulyanto Tinggal di Hutan
Pavlopetri di Yunani

Di bawah laut lepas pantai Laconia Selatan di Peloponnese, Yunani, kota kuno Pavlopetri membentang.
Laporan The Guardian menyebut kota ini tenggelam sekitar 5 ribu tahun lalu.
Kota kuno seluas 30 ribu meter persegi di dasar laut ini diperkirakan merupakan bagian dari peradaban Mycenaean.
Baiae di Italia

Di sebelah barat perairan Napoli, kota kuno Baie bersemayam.
Laporan Atlas Obscura menyebut kota ini dahulu merupakan tempat tinggal para bangsawan.
Kota yang terletak di ventilasi vulkanik ini tenggelam akibat permukaan air yang naik secara perlahan dan menenggelamkan setiap sudut kota.
Di dasar lautan, para arkeolog menemukan artefak berupa patung-patung, dinding dan mosaik dengan pola yang rumit.