Kampung Cinta, Tempat Gadis Belia Jajakan Gelora Asmara Satu Malam

Gadis-gadis belia direstui oleh orangtuanya untuk menjajakan diri di rumah sendiri.

Dany Garjito
Kamis, 14 Maret 2019 | 12:12 WIB
Ilustrasi wanita tuna susila. (Unsplash/Hadis Safari)

Ilustrasi wanita tuna susila. (Unsplash/Hadis Safari)

Guideku.com - Mengapa di dunia ini, selalu menertawai, hidupku yang hina ini

Berteman dengan seorang gadis, mengapa semua manusia, menghina kehidupannya, mencari nafkah hidupnya

Sebagai seorang pramuria.

Baca Juga: Video Terseram Raditya Dika, Saat Ari Lasso Digerayangi Kuntilanak di Hotel

Penggalan tembang lawas dari Boomerang tersebut tampaknya masih relate di zaman sekarang. 

Suara kodok cukup kencang saling bersahutan sepanjang jalan menuju sebuah kampung di Subang, Jawa Barat, Rabu (6/3/2019) malam pekan lalu.

Wajah kampung itu tak tampak berbeda dengan desa-desa kecil lain. Suasana pedesaan kental terasa: bebunyian binatang malam berpadu dengan sepi dan penerangan yang temaram.

Baca Juga: Bak Mukjizat, Pria Ini Selamat Pasca Ditelan Paus Hidup-hidup

Hamparan sawah mengelilingi perumahan warga yang cenderung sunyi dan terpencil. Kalau dari Pemanukan, Jalur Pantura, membutuhkan waktu sekitar 30 menit agar sampai di sana.

Oleh warga setempat maupun orang-orang luar, daerah itu populer dengan sebutan Kampung Cinta, tempat gadis-gadis belia direstui oleh orangtuanya untuk menjajakan diri di rumah-rumah mereka sendiri.

Kampung Cinta tak tampak seperti lokalisasi prostitusi pada umumnya. Tak ada ingar-bingar gemerlap prostitusi. Tapi di sana, terdapat banyak rumah berisi para pelacur belia.

Baca Juga: Auto Basah, Pengunjung Lagi Ngopi, Akuarium Ini Mendadak Pecah

Mereka rata-rata masih belia, dari 16 sampai 25 tahun. Bahkan, tak sedikit yang masih duduk di bangku SMA.

Sabila, bukan nama sebenarnya, sudah setahun lebih menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK). Gadis 16 tahun ini sudah berhenti sekolah dan menjadi pelacur rumahan untuk membantu ekonomi keluarganya.

Praktik prostitusi tersebut ia lakukan di rumahnya sendiri, dengan sepengetahuan orangtua.   

Baca Juga: Bikin Melongo, Gerai McDonald's Ini Punya Interior Bak Restoran Mewah

"Saya biasa 'main' dengan tamu di rumah sendiri, kadang di luar. Sehari saya dapat tamu dua. Bapak tahu saya kerja begini (PSK), di kampung saya sudah biasa," ungkap Sabila kepada Suara.com.

Orangtuanya mengizinkan, karena Sabila membantu biaya kebutuhan keluarga. Bapaknya pekerja serabutan. Ibu, mengurus rumah tangga.

"Saya begini untuk membantu orangtua, untuk biaya kebutuhan keluarga," kata sulung dari tiga bersaudara ini.

Sebelas dua belas dengan Fifi, bukan nama sebenarnya, yang juga berlaku sama. Ia sudah satu setengah tahun belakangan menjadi PSK. Fifi hanya lulusan SMP.

Fifi adalah orang asli kampung itu. Tapi kini, ia memilih menjadi PSK di luar Kampung Cinta. Gadis 18 tahun ini menjajakan dirinya via media sosial, seperti Facebook, Wechat, Instagram dan WhatsApp.

"Kalau saya mainnya di Subang (Kota), enggak di kampung," ujarnya.

Anak sulung dari 4 bersaudara ini mengakui, pekerjaannya melacurkan tubuh sudah diketahui orangtua. Ibunya yang tak bekerja, mengizinkan.

Fifi menjual tubuhnya kepada pria hidung belang untuk membantu ekonomi keluarga dan biaya sekolah adik-adiknya.

Sabila (nama samaran), seorang PSK di Kampung Cinta. [Suara.com/Erick Tanjung]
Sabila (nama samaran), seorang PSK di Kampung Cinta. [Suara.com/Erick Tanjung]

"Saya kerja begini untuk membantu orangtua dan adik-adik saya. Uangnya setiap minggu saya kasihkan ke ibu buat belanja dapur dan kebutuhan keluarga," ujarnya.

Fifi mengakui, terjun menjadi PSK berawal dari ajakan temannya untuk bekerja di sebuah diskotik di Kota Subang. Di tempat hiburan malam itu, ia menjual kemolekan tubuhnya ke pria iseng.

Dalam semalam ia bisa melayani antara dua sampai tiga pria. Ia memasang Rp 500 ribu.

Fifi punya pengalaman memilukan saat berusia 16 tahun.

Berita Terkait TERKINI
Supaya mudik tetap nyaman, penting untuk melakukan hal-hal berikut sepanjang perjalanan. Salah satunya melakukan peregan...
travel | 11:45 WIB
Kelima provinsi itu diprediksi menjadi daerah dengan tingkat kepadatan paling tinggi selama momen mudik Idul Fitri....
travel | 11:30 WIB
Bila sudah begitu, tentu perjalanan akan memakan waktu lebih lama karena kemungkinan jalanan kebih padat dari biasanya....
travel | 11:15 WIB
KBRI Tokyo juga secara simultan mendukung pelaksanaan Garuda Travel Fair serta mendorong pembukaan penerbangan langsung ...
travel | 11:00 WIB
Vaksinasi hanya sebatas anjuran dan sudah tidak lagi menjadi syarat wajib dalam bepergian naik KA saat mudik Lebaran 202...
travel | 10:59 WIB
Hasil survei mengungkap bahwa 4 dari 5 wisatawan peduli dengan perjalanan yang lebih ramah lingkungan....
travel | 17:09 WIB
Inilah beberapa hal menarik tentang Kamboja yang terlalu sayang dilewatkan....
travel | 13:57 WIB
Sudah beli tiket mudik Lebaran? Simak beberapa tips berburu tiket pesawat murah di bawah ini....
travel | 16:57 WIB
Banyak wisatawan berharap bisa menyaksikan langsung keindahan aurora, termasuk Rachel Vennya....
travel | 07:07 WIB
Mau naik balon udara seperti Fuji ketika liburan di Turki?...
travel | 07:34 WIB
Tampilkan lebih banyak