Travel

Baru Saja Buka, Perpustakaan Ini Terpaksa Tutup Gara-gara Aksi Vandalisme

Coretan-coretan memenuhi setiap sudut interior perpustakaan.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi perpustakaan. (Pixabay/Jarmoluk)
Ilustrasi perpustakaan. (Pixabay/Jarmoluk)

Guideku.com - Awal bulan April 2019 lalu, sebuah perpustakaan baru di wilayah Sabah, Malaysia baru saja dibuka.

Tak tanggung-tanggung, desain perpustakaan di Sabah ini begitu futuristik dan menarik perhatian banyak pengunjung dan wisatawan.

Namun, baru saja dibuka untuk umum, perpustakaan ini terpaksa tutup karena terdapat bagian yang dirusak oleh pengunjung.

The Malay Mail menyebutkan bahwa, area perpustakaan khusus anak terpaksa ditutup karena banyak interior yang dirusak pengunjung.

Bagian rak dan dinding ruangan dirusak oleh anak-anak pengunjung perpustakaan.

Vandalisme di perpustakaan Sabah, Malaysia. (Facebook/Dorice D)
Vandalisme di perpustakaan Sabah, Malaysia. (Facebook/Dorice D)

Terdapat banyak coretan di dinding dan rak perpustaakaan tersebut.

Dilansir Guideku.com dari laman World of Buzz, manajemen mengumumkan bahwa mereka akan menutup sementara sebagian ruangan dari perpustakaan.

''Saya diberitahu oleh staf saya pada hari Minggu sore, bahwa area anak-anak rusak. Buku-buku diinjak, kursi toilet rusak. Yang paling tidak sopan adalah orang tua sangat tidak pengertian,'' sebut Wong Vui Yin selaku direktur perpustakaan.

Foto-foto kerusakan perpustakaan tersebut diunggah oleh salah seorang pengguna Facebook.

Vandalisme di perpustakaan Sabah, Malaysia. (Facebook/Dorice D)
Vandalisme di perpustakaan Sabah, Malaysia. (Facebook/Dorice D)

Menurut pengakuan netizen ini, orang tua justru asyik bermain smartphone dan makan di area membaca, bukannya mengawasi anak-anak mereka.

Staff perpustakaan sebelumnya bahkan sempat memperingatkan para orang tua untuk menjaga anak-anak mereka.

Namun yang terjadi, orang tua justru menyalahkan pihak perpustakaan karena telah menyediakan krayon dan pena berwarna.

Oleh karenanya setelah ini, Wong berniat untuk memperketat pengawasan di perpustakaan.

''Jadi nantinya kami akan membuka registrasi online di mana sukarelawan dapat menawarkan kegiatan mendongeng, serta memantau anak-anak dan membuat kerajinan atau apa pun yang kita butuhkan,'' imbuh Wong.

Duh, semoga vandalisme di perpustakaan ini tidak terulang kembali ya travelers.

Berita Terkait

Berita Terkini