Travel

Ngeri, Inilah Suku Konyak Si Pemburu Kepala Manusia

Suku ini disebut sebagai generasi terakhir pemburu kepala manusia.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi tengkorak. (Unsplash/matthew MacQuarrie)
Ilustrasi tengkorak. (Unsplash/matthew MacQuarrie)

Guideku.com - Berbagai macam budaya dan kisah suku-suku yang hidup di daerah terpencil selalu menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah suku pemburu kepala manusia di India.

Dinamai suku Konyak, suku ini tinggal di Nagaland, daerah di India yang berseberangan dengan perbatasan Myanmar.

Dirangkum Guideku.com dari berbagai sumber, tradisi perburuan kepala di suku ini rupanya dilakukan atas nama kehormatan.

Bagi suku Konyak di masa lalu, berburu kepala dapat meningkatkan status sosial para lelaki.

Konyak, Suku Pemburu Kepala Manusia (youtube.com/EdsAdventures)
Konyak, Suku Pemburu Kepala Manusia (youtube.com/EdsAdventures)

Laki-laki yang berhasil membawa pulang kepala manusia akan mendapatkan tato di wajah dan sekujur tubuh mereka.

Tato yang dibuat dari getah pohon ini merupakan lambang bahwa mereka adalah seorang prajurit yang telah berhasil menang.

Tak hanya itu, suku Konyak juga percaya jika tengkorak kepala manusia memiliki jiwa yang berhubungan dengan kesuburan dan kekuatan.

Konyak, Suku Pemburu Kepala Manusia (youtube.com/EdsAdventures)
Konyak, Suku Pemburu Kepala Manusia (youtube.com/EdsAdventures)

Meski begitu, untunglah praktek perburuan kepala ini akhirnya dilarang oleh India pada tahun 1953.

Suku Konyak sendiri juga menganggap tradisi perburuan kepala sebagai masa lalu kelam mereka dan sekarang sudah hidup lebih modern.

Banyak dari mereka pun juga menganut agama Kristen dan menjalani kehidupan sebagai petani.

Sementara, yang tersisa hanyalah tengkorak kepala manusia serta para tetua suku yang dulu pernah menjadi pemburu kepala.

Bagaimana menurutmu travelers?

Berita Terkait

Berita Terkini