Travel

Miris, Gara-gara Boneka, Anak Penyandang Autisme Ini Dilarang Naik Pesawat

Maskapai ini tuai kecaman dari para netizen.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi anak kecil membawa boneka. (Unsplash Anniespratt)
Ilustrasi anak kecil membawa boneka. (Unsplash Anniespratt)

Guideku.com - Belum lama ini seorang anak penyandang autisme bernama Leo hendak bertolak dari Bandara Alicante menuju Inggris bersama pengasuhnya.

Namun, di tengah waktu keberangkatannya tiba-tiba staff maskapai Ryanair ini bertindak seakan tak memperbolehkan buah hati dan pengasuhnya naik ke pesawat.

Sang ibu, Helen Estella mengungkapkan kekecewaanya kepada maskapai Ryanair melalui Facebook.

''Ini anak saya Leo, berusia 15 tahun, dia memiliki autisme parah dengan kapasitas mental seorang anak umur 3 tahun. Malam ini Ryanair menolak untuk terbang pulang bersamanya karena buah hati saya membawa boneka dan mereka meminta bayaran untuk itu sebagai tas tangan,'' tulis Estella.

Maskapai Ryanair ini menerapkan denda 25 poundsterling atau senilai Rp 460 ribu untuk barang bawaan tambahan.

Karena merasa tertekan, pihak maskapai memanggil pihak kepolisian dan mengancamnya dengan sebuah suntikan.

Alhasil, anak ini semakin gelisah dan ketakutan.

Curhat seorang ibu yang kecewa anaknya tak diperbolehkan naik pesawat. (Facebook Helen Estella)
Curhat seorang ibu yang kecewa anaknya tak diperbolehkan naik pesawat. (Facebook Helen Estella)

Keluarga sempat meminta bantuan khusus namun ditolak karena pihak maskapai Ryanair mengatakan Leo bisa berjalan sendiri.

Bagasi Leo dan pengasuhnya diambil dari pesawat sebelum mereka diberitahu bahwa keduanya tidak bisa ikut terbang hingga empat hari mendatang.

Menurut sang ibu, seharusnya buah hatinya dibawa ke ruang medis di bandara untuk berobat.

''Dia sekarang ketakutan dan terjebak. Kamu sangat memalukan Ryanair,'' sebut Estella.

Beruntung sebuah maskapai penerbangan Jet2 pada hari itu mau menerima Leo dan pengasuhnya dengan baik.

Kru Jet2 dengan profesional membantu menenangkan Leo dan memberikannya kursi.

Beberapa pramugari bahkan sempat mengajaknya bermain boneka dengan tenang.

''Bahkan kapten Jet2 sempat datang untuk memeriksa kesehatan Leo,'' imbuh Estella.

Tidak sedikit netizen yang mengecam tindakan Ryanair terhadap anak penyandang autisme tersebut.

Melalui Twitter, pihak Ryanair sempat menanggapi permasalahan tersebut dan mengatakan mereka tidak ada maksud untuk mengusir Leo dan pengasuhnya.

Wah, semoga kejadian serupa tidak terulang kembali ya travelers? Miris banget.

Berita Terkait

Berita Terkini