Travel

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Kenali Bahaya Pelihara Satwa Liar

Bukan cuma melanggar hukum, ini deretan bahaya memelihara satwa liar lainnya.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Singa (Pixabay/davidsluka)
Ilustrasi Singa (Pixabay/davidsluka)

Guideku.com - Di Indonesia, tanggal 5 November diperingati sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.

Di hari tersebut, masyarakat diingatkan untuk lebih meningkatkan kepedulian, perlindungan, dan melestarikan puspa serta satwa nasional.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang punya puluhan taman nasional. Selain itu, Indonesia juga punya banyak alam liar yang masih terjaga.

Sayangnya, masih banyak kasus perburuan satwa liar terjadi di Indonesia. Bahkan, ada pula yang nekat memelihara satwa liar di rumah.

Meski begitu, memelihara satwa liar ternyata tak cuma melanggar hukum saja. Seperti dirangkum dari berbagai sumber, ini bahaya lainnya dari memelihara satwa liar.

Ilustrasi harimau bengal. (Pixabay)
Ilustrasi harimau bengal. (Pixabay)

1. Berbahaya bagi diri sendiri

Terkadang, ada yang berasumsi bahwa satwa liar dapat jinak jika dipelihara di rumah. Meski begitu, satwa liar seperti harimau sebenarnya tetap punya naluri hewan buas.

Jika tidak berhati-hati, maka keberadaan satwa liar ini bisa menjadi bahaya tersendiri bagi kita alih-alih sebagai teman.

2. Bisa membawa penyakit

Satwa liar juga bisa membawa berbagai macam penyakit baru ke dalam hidup kita. Sangat mungkin jika satwa liar yang dipindahkan dari alam ke lingkungan masyarakat akan membawa penyakit yang menyerang manusia.

Dibandingkan satwa liar, akan lebih baik memelihara binatang yang memang sudah biasa dijadikan peliharaan dan dapat diberi vaksin.

3. Membutuhkan banyak biaya

Karena lingkungan hidupnya yang berbeda, satwa liar yang dipelihara akan membutuhkan perawaran lebih intensif. Tidak hanya itu, pemilik juga harus siap mencari dokter hewan khusus.

Di sisi lain, satwa liar dan besar seperti harimau juga akan memakan banyak biaya dalam hal makanan. Pasalnya, harimau dapat mengonsumsi 5-6 kg daging setiap makan, lho.

Ilustrasi Satwa Liar (Pixabay/pen_ash)
Ilustrasi Satwa Liar (Pixabay/pen_ash)

4. Ada cara-cara pengasuhan tertentu

Untuk memelihara dan menjinakkan hewan liar tentunya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Butuh eksperimen tersendiri, serta proses panjang hingga mereka terbiasa hidup berdampingan dengan manusia.

Belum lagi, hewan liar yang diambil saat masih bayi akan membutuhkan teknik pengasuhan tersendiri. Nutrisi yang mereka butuhkan pun berbeda dari nutrisi hewan peliharaan biasa.

Karena itu, bukan tidak mungkin jika kehidupan para hewan liar ini malah akan terancam.

5. Mengganggu ekosistem

Banyaknya hewan liar yang diburu dan dipelihara secara ilegal juga akan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Sebagai contoh, banyaknya perburuan harimau dapat mengurangi jumlah predator di alam liar. Akibatnya, rantai makanan pun bisa terganggu.

Nah, bagi pecinta satwa, hindarilah memelihara satwa liar, ya. Dibandingkan memelihara, akan lebih baik jika kita membiarkan mereka hidup di habitat asli yang ada.

Berita Terkait

Berita Terkini