Travel

Awas Dilarang Terbang, Jangan Pakai Baju Ini Saat Naik Pesawat

Rupanya, pakaian juga dapat menjadi penyebab penumpang dikeluarkan dari pesawat.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi wanita berpakaian. (Pixabay/pexels)
Ilustrasi wanita berpakaian. (Pixabay/pexels)

Guideku.com - Insiden penumpang pesawat yang dilarang terbang atau dikeluarkan dari pesawat belakangan cukup sering terjadi.

Tak cuma karena mabuk atau membuat keributan, pilihan baju ternyata juga bisa menyebabkan masalah dan membuat penumpang batal terbang.

Melansir dari laman Gattonstar.com.au, belum lama ini ada sebuah unggahan di situs Reddit yang dibuat oleh agen penerbangan di pintu keberangkatan.

Menurut agen penerbangan ini, mereka yang bertugas di pintu keberangkatan bisa melarang penumpang dengan baju-baju tertentu untuk naik pesawat.

"Jangan gunakan pakaian dengan kata-kata makian," tulis mereka.

"Kami tidak bisa menaikkan penumpang dengan pakaian yang memiliki kata-kata kasar. Anda harus mengganti pakaian karena hal ini bisa menyinggung penumpang lain."

Perlu diketahui, insiden penumpang yang dikeluarkan dari pesawat karena memakai baju dengan tulisan tidak pantas pernah terjadi tahun 2015 silam.

Saat itu, seorang mahasiswa dari Amerika Serikat dikeluarkan dari penerbangan Southwest Airlines karena memakai kaos bertuliskan "f***ing".

Ilustrasi Pakaian dengan Tulisan (Pixabay/milivanily)
Ilustrasi Pakaian dengan Tulisan (Pixabay/milivanily)

Selain pakaian dengan kata-kata tidak pantas, pakaian yang terlalu terbuka juga sebaiknya dihindari.

Sebelumnya, seorang penumpang perempuan di maskapai Jetstar dan Thomas Cook Airlines pernah diusir karena memakai atasan crop top yang dirasa terlalu terbuka.

Selain itu, ada pula insiden wanita yang diusir dari penerbangan maskapai easyJet karena mengenakan pakaian tembus pandang yang dirasa tidak cocok lantaran ada anak-anak di pesawat.

Tak cuma masalah pakaian, agen penerbangan ini juga mengungkapkan hal-hal lain yang bisa membuat penumpang dilarang naik pesawat.

Salah satunya, penumpang yang mabuk biasanya akan dihentikan dan tidak diizinkan naik ke pesawat.

Tidak hanya itu, mereka juga merekomendasikan agar penumpang penerbangan internasional tiba di bandara tiga jam sebelum penerbangan, memastikan alat elektronik sudah dikeluarkan dari bagasi, dan memperhatikan jumlah cairan yang boleh dibawa masuk ke dalam kabin pesawat agar tidak menimbulkan masalah.

Berita Terkait

Berita Terkini