Bandara Komodo Dikelola Konsorsium Asing

"Pengelolaan atau konsensi mencapai 25 tahun, setelah selesai pengelolaannya aset itu akan dikembalikan lagi kepada pemerintah," katanya.

Dany Garjito
Jum'at, 27 Desember 2019 | 13:00 WIB
Menhub dan Menkeu di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/12/2019). [Suara.com/M Fadil]

Menhub dan Menkeu di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/12/2019). [Suara.com/M Fadil]

Guideku.com - Kementerian Keuangan dan Kementerian Perhubungan telah resmi mengumumkan pemenang Proyek Pengembangan Bandara Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengumuman pemenang proyek dengan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) tersebut dimenangkan konsorsium PT Cardig Aero Services Tbk dan Changi Airport Internasional Pte Ltd dengan total investasi mencapai Rp 1,203 triliun.

"Dengan proses yang ketat dari panel ahli, proyek KPBU Bandar Udara Komodo dimenangkan oleh
PT Cardig Aero Services Tbk dan Changi Airport Internasional Pte. Ltd," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/12/2019), seperti dikutip dari Suara.com.

Baca Juga: 5 Mal di Jakarta yang Midnight Sale Jelang Akhir Tahun, Sikat!

Budi menjelaskan, konsorsium PT Cardig Aero Services Tbk dan Changi Airport Internasional Pte Ltd bakal melakukan investasi sebesar Rp 1,203 triliun untuk mengembangkan proyek Bandar Udara Komodo serta biaya operasional selama lima tahun mencapai Rp 5,7 triliun serta biaya jaminan sebesar Rp 5 miliar.

"Pengelolaan atau konsensi mencapai 25 tahun, setelah selesai pengelolaannya aset itu akan dikembalikan lagi kepada pemerintah," katanya.

Budi berharap dengan dikembangkannya Bandar Udara Labuan Bajo, jumlah penumpang pesawat yang akan datang bisa mencapai empat juta dari saat ini hanya 500 ribu penumpang per tahun.

Baca Juga: Bandara 'Terkutuk' di Jerman Akhirnya Siap Dibuka Tahun Depan

"Dan yang paling penting lagi adalah konektivitas nasional dan internasional agar turis datang lebih banyak lagi," katanya.

Budi mengemukakan PT Cardig Aero Services Tbk dan Changi Airport Internasional Pte Ltd mengalahkan setidaknya 100 konsorsium yang ikut serta bidding dalam pengelolaan dan pengembangan Bandar Udara Komodo baik konsorsium lokal dan asing.

"Ini membuktikan bahwa kepercayaan investor asing terhadap Indonesia sangat tinggi, terbukti dari banyaknya para investor yang berminat dalam proyek ini," katanya.

Baca Juga: Seluruh Penerbangan Dipindah ke YIA, Bandara Adisutjipto Layani Pesawat Ini

SUARA.com/Mohammad Fadil Djailani

Berita Terkait TERKINI
Inilah deretan tempat wisata Cianjur yang cocok dikunjungi saat musim libur Lebaran....
travel | 11:30 WIB
Beberapa destinasi wisata religi ini cocok dikunjungi saat libur Lebaran....
travel | 11:15 WIB
Supaya mudik tetap nyaman, penting untuk melakukan hal-hal berikut sepanjang perjalanan. Salah satunya melakukan peregan...
travel | 11:45 WIB
Kelima provinsi itu diprediksi menjadi daerah dengan tingkat kepadatan paling tinggi selama momen mudik Idul Fitri....
travel | 11:30 WIB
Bila sudah begitu, tentu perjalanan akan memakan waktu lebih lama karena kemungkinan jalanan kebih padat dari biasanya....
travel | 11:15 WIB
KBRI Tokyo juga secara simultan mendukung pelaksanaan Garuda Travel Fair serta mendorong pembukaan penerbangan langsung ...
travel | 11:00 WIB
Vaksinasi hanya sebatas anjuran dan sudah tidak lagi menjadi syarat wajib dalam bepergian naik KA saat mudik Lebaran 202...
travel | 10:59 WIB
Hasil survei mengungkap bahwa 4 dari 5 wisatawan peduli dengan perjalanan yang lebih ramah lingkungan....
travel | 17:09 WIB
Inilah beberapa hal menarik tentang Kamboja yang terlalu sayang dilewatkan....
travel | 13:57 WIB
Sudah beli tiket mudik Lebaran? Simak beberapa tips berburu tiket pesawat murah di bawah ini....
travel | 16:57 WIB
Tampilkan lebih banyak