Travel

Tak Bisa Mendarat, Rute Penerbangan Domestik Ini Berubah Jadi Internasional

Total, penumpang harus menghabiskan waktu 36 jam untuk tiba di tujuan semula.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi pesawat terbang saat hujan. (Pixabay)
Ilustrasi pesawat terbang saat hujan. (Pixabay)

Guideku.com - Bukan rahasia lagi jika rute penerbangan di akhir tahun akan menjadi lebih sibuk dari biasanya. Selain itu, tak sedikit wisatawan yang ingin cepat-cepat sampai di tujuan alih-alih tertahan di bandara.

Meski begitu, para penumpang maskapai Air Canada malah mengalami nasib sial sehingga tertahan selama 36 jam lamanya.

Insiden tersebut terjadi pada penerbangan tanggal 16 Desember silam dari Vancouver menuju Whitehorse.

Melansir dari laman Business Insider, penerbangan Air Canada Flight 279 tersebut awalnya dijadwalkan untuk mendarat dalam waktu dua jam saja.

Namun, setelah tiba di Whitehorse, pesawat tersebut malah berputar-putar 15 menit di udara karena cuaca buruk.

Tak bisa mendarat, penerbangan pun terpaksa dialihkan. Bukan di Kanada, pesawat tersebut malah melanjutkan perjalanan ke Alaska, Amerika Serikat.

Ilustrasi Pesawat dalam Badai (pixabay/Finmiki)
Ilustrasi Pesawat dalam Badai (pixabay/Finmiki)

Para penumpang bahkan sempat mengira jika pesawat sudah mendarat.

"Aku mengira kita sudah mendarat. Pesawat terasa berguncang seperti ketika roda membentur daratan. Kemudian pesawat mendadak naik, naik, naik, naik dengan tajam dan kami berpikir, 'oh kami tidak mendarat'," jelas salah satu penumpang.

Akhirnya, pesawat itu mendarat di Anchorage, Alaska yang berjarak sekitar 788,5 km dari Whitehorse.

Sayangnya, bandara Anchorage sama sekali tidak mengharapkan ada penerbangan internasional. Kebanyakan penumpang juga tidak membawa paspor bersama mereka.

"Mereka tidak memberitahu kami apakah kami akan tidur di kursi, area keamanan, atau apakah kami bisa keluar dari sini. Aku mengira kita tidak bisa pergi tanpa paspor," tambah penumpang Air Canada.

Ilustrasi penumpang pesawat tertinggal (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi penumpang pesawat (Pixabay/Free-Photos)

Untunglah, mereka akhirnya diperbolehkan menginap di hotel. Pagi berikutnya, mereka pun diterbangkan kembali ke Whitehorse.

Sayangnya, kesialan tidak berhenti sampai sini. Bukannya mendarat di Whitehorse, pesawat Air Canada malah kembali mendarat di tempat keberangkatan yaitu Vancouver.

Hal ini jelas membuat penumpang kesal. Apalagi, mereka sebenarnya sudah terbang melewati Whitehorse dan bisa melihat lampu perkotaan.

Para penumpang Air Canada ini akhirnya baru bisa mencapai Whitehorse pada hari Rabu, sekitar 36 jam setelah perjalanan mereka dimulai.

Meski penumpang bersyukur karena pilot tidak memutuskan untuk mendarat di kondisi cuaca buruk, mereka juga mengkritik bagaimana Air Canada tidak mengomunikasikan hal tersebut dengan baik kepada penumpang.

Berita Terkait

Berita Terkini