Travel

Bikin Geram, Turis Ini Pose Menjilat Patung Sakral di Pulau Paskah

Sambil menjulurkan lidah, turis tersebut tampak memegang dan memeluk patung di Pulau Paskah.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Easter Island (Pixabay/Marlhans)
Easter Island (Pixabay/Marlhans)

Guideku.com - Pulau Paskah, destinasi wisata yang terletak di Samudra Pasifik, dikenal karena keberadaan patung-patung moai yang berbentuk menyerupai manusia.

Sebagai salah satu peninggalan sejarah dan budaya, tidak heran jika patung moai masuk ke objek wisata yang dilindungi. Terlebih, patung ini dianggap sakral oleh warga setempat.

Sayangnya, belum lama ini seorang turis sukses memicu kemarahan warga lokal dan netizen akibat ulahnya. Turis ini diketahui berpose tidak pantas dengan patung moai.

Dilansir dari laman Dailystar, turis ini terlihat menjulurkan lidahnya dan berpose seolah menjilat patung moai.

Kemudian, ada pula foto dirinya ketika berpose memeluk patung moai tersebut. Foto-foto ini lantas diunggah ke Instagram meski akhirnya dihapus.

Turis pose menjilat patung di Pulau Paskah (twitter.com/Muni_Rapanui)
Turis pose menjilat patung di Pulau Paskah (twitter.com/Muni_Rapanui)

Meski begitu, foto-foto milik turis tersebut terlanjur diunggah beberapa akun lain dan menjadi viral. Salah satunya adalah akun @Muni_Rapanui yang merupakan otoritas setempat.

Tak pelak, ulah buruk turis ini pun dikecam. Pihak berwenang menyebutkan jika "akumulasi kerusakan yang terjadi pada patung Moai sudah tak lagi bisa diperbaiki".

Sebagai tambahan, mereka juga menyebut bahwa Taman Nasional Rapa Nui punya aturan bahwa patung tidak boleh disentuh turis. Aturan ini bahkan ditulis dalam berbagai bahasa.

Turis pose menjilat patung di Pulau Paskah (twitter.com/Muni_Rapanui)
Turis pose menjilat patung di Pulau Paskah (twitter.com/Muni_Rapanui)

Bagi penduduk asli Pulau Paskah, patung moai memang menggambarkan jiwa leluhur mereka sehingga dianggap sakral.

Akibat insiden tak mengenakkan ini, pihak berwenang pun kembali mengingatkan turis untuk selalu mematuhi peraturan. Mereka juga mengklaim bahwa aksi macam ini tidak cukup dihukum dengan denda saja.

Sayangnya, hingga sekarang belum diketahui apakah pihak berwenang sudah menangkap turis tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini