Travel

Geger COVID-19 karena Batita Batuk, Satu Keluarga Diusir dari Pesawat

Keluarga ini terpaksa keluar dari pesawat karena tidak memiliki keterangan tertulis soal kesehatan sang batita.

Yasinta Rahmawati | Fitri Asta Pramesti

Ilustrasi Pesawat. (pixabay.com/Hiljon)
Ilustrasi Pesawat. (pixabay.com/Hiljon)

Guideku.com - Peristiwa tidak menyenangkan harus dialami oleh keluarga Emmanuel Faug hanya karena anak perempuannya yang batuk saat berada di pesawat.

Disebutkan, para penumpang lain khawatir jika anak dari Faug yang masih berusia 21 bulan itu mengidap penyakit yang saat ini sedang santer dibicarakan yakni COVID-19.

Tak tanggung-tanggung, ketakutan para penumpang ini membuat keluarga Faug harus rela keluar dari penerbangan.

Merangkum dari laman The Sun, sepasang suami istri, Emmanuel Faug dan Clementine Ferratone beserta tiga anaknya berencana bertolak ke Paris dari Quebec City pada Minggu (23/2).

Lila, anak perempuan Faug dan Clementine yang kala itu batuk di pesawat maskapai Air Transat, membuat beberapa penumpang merasa khawatir sekaligus terancam hingga menyampaikan komplain ke petugas kabin.

Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay)
Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay)

Para penumpang menduga, sang putri Faug bisa saja terjangkit penyakit mematikan COVID-19. Mendengar keluhan para beberapa penumpang, seorang kru kabin pun langsung mempertanyakan kondisi kesehatan Lila kepada kedua orang tuanya.

Mendengar pernyataan bahwa putrinya dikhawatirkan mengidap penyakit serius yang dapat menular, Clementine pun dengan tegas menyakinkan bahwa anaknya hanya menderita flu.

Clementine juga menyebut bahwa ia telah mendapatkan keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa anaknya diperbolehkan untuk bepergian.

Hanya saja, Clementine dan Faug tidak bisa menunjukkan keterangan dokter itu dalam bentuk dokumen tertulis.

Seorang pramugari kemudian meminta dokter yang kebetulan ada di dalam pesawat untuk memeriksa kesehatan Lila.

Setelah diperiksa dokter, Clementine menambahkan, dia dan keluarganya tetap dianjurkan untuk keluar dari pesawat lantaran tidak memiliki sertifikat medis yang menyatakan anaknya tidak terinfeksi virus mematikan.

Terkait keputusan ini, pihak Air Transat menyebut mereka mengambil tindakan sesuai dengan apa yang disarankan oleh MedLink, perusahaan spesialis medis penerbangan.

"Setelah menganalisis situasi, MedLink menentukan bahwa kondisi medis Lila berpotensi menimbulkan risiko yang signifikan bagi penumpang dan awak selama penerbangan," ujar juru bicara Air Transat.

Mendapat perlakuan seperti ini, Clementine mengaku tak habis pikir. Pasalnya, ia telah mendapatkan keterangan bahwa anaknya hanya sakit flu dari dua dokter, namun tetap saja ia harus pergi dari pesawat.

"Ini benar-benar aneh," kata Clementine.

Berita Terkait

Berita Terkini