Travel

Bule Menstruasi di Pura Viral, Wisata yang Juga Punya Aturan untuk Wanita

Penting untuk travelers mengetahui larangan sebuah tempat wisata dan mengikuti aturannya

Silfa Humairah

Turis Protes Dilarang Masuk Pura (twitter.com/soendala)
Turis Protes Dilarang Masuk Pura (twitter.com/soendala)

Guideku.com - Media sosial diramaikan bule viral yang sedang mentruasi protes dilarang masuk pura di Bali. Larangan untuk perempuan pemstruasi masuk ke suatu tempat bukan hanya untuk Pura di Bali lho.

Travelers yang beragama Islam tentu tahu bahwa dalam Islam ada yang meyakini bahwa wanita yang sedang menstruasi tak boleh memasuki masjid karena dianggap sedang tidak suci dan bisa mengotori tempat suci padahal tidak ada keperluan (perempuan menstruasi tidak boleh sholat).

Jadi penting untuk travelers mengetahui larangan sebuah tempat wisata dan mengikuti aturannya saat masuk mesjid yang terkenal dan bersejarah di kota yang sedang travelers kunjungi. 

Masjid Agung Semarang. (Instagram/@arintyorexa)
Masjid Agung Semarang. (Instagram/@arintyorexa)

Di Bali, pura adalah tempat suci untuk memuja Hyang Widhi. Darah menstruasi dianggap darah kotor yang ditakutkan dapat mengotori tempat ibadah tersebut.

Jika aturan tersebut tidak dipatuhi, perempuan atau seseorang yang melanggar peraturan tersebut diyakini akan mengalami gangguan, mulai dari kerasukan, sakit, pingsan, dan hal-hal aneh lainnya.

Desa Panglipuran di Bali. (Instagram/@agung_prrasetyo)
Desa Panglipuran di Bali. (Instagram/@agung_prrasetyo)

Di Bali, diyakini bahwa batara atau holy spirit yang berdiam di pura akan marah ketika kediamannya dikotori. Konsekuensi tersebut bukan hanya berimbas pada pelanggarnya, namun juga kepada masyarakat yang menjadi pelayan pura tersebut.

Konsekuensinya beragam, mulai dari wabah penyakit sampai dengan bencana alam. Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat harus menebusnya dengan melakukan permintaan maaf yang diistilahkan sebagai ritual guru piduka. Satu ritual yang pelaksanaannya memerlukan biaya besar.

Rumah adat di Kaki Gunung Sorik Merapi. (Guideku.com/Silfa Humairah)
Rumah adat di Kaki Gunung Sorik Merapi. (Guideku.com/Silfa Humairah)

Selain tempat suci seperti mesjid dan pura, ternyata ada Gunung yang menjadi destinasi wisata anti maenstrim di di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), tepatnya Desa Sibanggor Julu, Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara yang melarang wanita untuk melakukan pendakian.

Penduduk atau tokoh adat setempat tidak mengizinkan pendaki wanita untuk naik. Pasalnya Sorik Marapi masih dianggap gunung keramat yang konon akan marah (terjadi gempa atau bahkan lebih parah) jika ada pendaki melakukan atau kontak fisik yang mendekati perzinaan apalagi kalau sampai perzinahan di gunung tersebut terjadi maka kutukan akan berdampak pada warga sekitar.

Bagi pendaki wanita disuruh menunggu di kaki gunung atau sekitaran Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dengan melakukan wisata lain. Ya namanya juga adat dan kepercayaan setempat, harus diiukuti ya. 

Berita Terkait

Berita Terkini