Travel

India Ubah Gerbong Kereta Jadi Barak Isolasi untuk Pasien Corona

Gerbong kereta sebagai barak isolasi pasien Covid-19 nampaknya dibahas serius oleh pemerintah India.

Silfa Humairah

Ilustrasi kereta api. (Unsplash/Dark room)
Ilustrasi kereta api. (Unsplash/Dark room)

Guideku.com - Setelah pemerintah India rilis pernyataan lockdown pada 28 Maret 2020 lalu, kini pemerintah India tengah menyiapkan infrastruktur kesehatan untuk membuat barak darurat.

India adalah salah satu negara terdampak wabah Covid-19. Guna menghadapi bencana penyakit ini, pemerintah India berencana mengubah beberapa gerbong kereta menjadi barak-barak isolasi bagi pasien yang positif terpapar Covid-19.

Rencana menjadikan gerbong kereta sebagai barak isolasi pasien Covid-19 nampaknya dibahas serius oleh pemerintah India. Pasalnya, pemerintah India kini tengah berusaha menyiapkan berbagai infrastruktur kesehatan yang dibutuhkan. Langkah ini diambil menyusul jumlah pasien Covid-19 yang diproyeksi semakin meningkat.

Ilustrasi rel kereta api. (Pexels/Albin Berlin)
Ilustrasi rel kereta api. (Pexels/Albin Berlin)

Indian Railways dalam pernyataan Sabtu, 28 Maret 2020, mengatakan bahwa satu gerbong kereta sudah diubah menjadi barak isolasi yang lengkap dengan berbagai fasilitas. Rencananya, pemerintah akan menggunakan 10 gerbong kereta untuk membuat barak isolasi darurat dikutip Guideku.com dari Keepo.me.

Situasi Komuter di India (twitter.com/BilqisSidiqia)
Situasi Komuter di India (twitter.com/BilqisSidiqia)

Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta agar masyarakat India tidak keluar rumah selama tiga pekan ke depan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Selain itu, pemerintah India juga telah memberlakukan lockdown sehingga jaringan kereta di India berhenti beroperasi.

Dikutip dari ndtv.com, India telah melaporkan 918 kasus Covid-19 di berbagai wilayyah di India. Dari jumlah tersebut, 19 kasus berakhir dengan kematian.

Menanggapi kasus Covid-19 yang semakin mewabah, pemerintah India memberlakukan lockdown yang saat ini menuai berbagai kontroversi dari banyak pihak. Pasalnya, lockdown yang diberlakukan di India banyak merugikan kelompok menengah bawah, terutama kaitannya dengan masalah ekonomi.

Salah satu permasalahan lockdown di India adalah ribuan buruh lepas di New Delhi terancam kelaparan dan penyakit sehingga mereka memutuskan untuk pulang ke desa dengan berjalan kaki.

Kejadian tersebut membuktikan bahwa lockdown yang diberlakukan di India memberi dampak buruk bagi pekerja harian, pekerja lepas, supir taksi, asisten rumah tangga, dan pekerja informal lainnya.

Adapun pemerintah India memberlakukan lockdown selama 21 hari sehingga seluruh aktivitas bisnis pun berhenti. Para pekerja lepas dan harian di ibukota pun memutuskan untuk mudik meski transportasi publik tengah dibatasi.

Penumpukan orang terjadi di banyak terminal bus luar kota dan stasiun kereta. Mereka terlunta-lunta karena sulit mendapatkan transportasi untuk pulang ke desa. Hal tersebut menjadi semakin buruk karena tidak ada fasilitas kebersihan dan kesehatan yang memadai di terminal dan stasiun.

Dilansir oleh Al Jazeera, banyak anak muda yang memutuskan untuk pulang ke desanya dengan berjalan kaki meski harus menempuh jarak hingga ratusan kilometer. Bahkan, ada yang nekad membawa anak mereka mudik dengan jalan kaki. 

Berita Terkait

Berita Terkini