Food

Populer, Ini 4 Macam Teh yang Paling Digandrungi di Dunia

Kamu pernah mencicipi satu di antaranya?

Dinar Surya Oktarini | Aditya Prasanda

Ilustrasi (Pixabay Congerdesign)
Ilustrasi (Pixabay Congerdesign)

Guideku.com - Pernah dengar nama teh pu-erh?

Teh ini diolah melalui proses pembuatan serupa wine dan yogurt, yang dipapar mikroflora dan bakteri fermentasi.

Cita rasanya tentu berubah total dan begitu berbeda dengan teh pada umumnya.

Bahkan konon, semakin lama disimpan, teh ini akan memiliki rasa yang kian nikmat.

Selain teh pur-erh, dunia juga mengenal beragam teh dengan cita rasa unik lho. Bahkan begitu populer di kalangan masyarakat umum. Apa saja?

Teh hijau

Teh hijau (Pixabay Naturalogy)
Teh hijau (Pixabay Naturalogy)

 

Meski melalui beragam tahap pasca dipetik sebelum akhirnya disuguhkan di ruang jamuan, teh hijau tetap mempertahankan warna aslinya.

Di Jepang, teh yang memiliki warna hijau pekat ini dikenal melalui salah satu variannya yang populer, Gyokuro yang mengandung klorofil tinggi.

Konon kandungan antioksidannya yang tinggi dipercaya dapat menurunkan risiko kanker dan membantu pembakaran lemak.

Teh oolong

Di muka bumi, terdapat dua varian teh oolong yang begitu populer, yakni 'tai guan yin' yang memiliki tekstur creamy dengan aroma bunganya nan khas, dan 'dong ding' yang berwarna hijau dengan rasa yang segar.

Taiwan dan Cina merupakan dua negara yang getol memproduksi teh oolong.

Teh ini disebut dapat mengobati alergi kulit, menstabilkan gula darah dan kolesterol serta mencegah osteoporosis.

Teh hitam

Teh hitam (Pixabay Pexels)
Teh hitam (Pixabay Pexels)

 

Mengandung antioksidan, teh hitam disebut dapat menurunkan kolesterol jahat, menyehatkan jantung dan sistem pencernaan.

Teh dengan cita rasa kuat ini dapat kita temukan di beberapa wilayah India macam Darjeeling, Nilgiri dan Assam.

Tak hanya India, teh hitam juga populer di beberapa wilayah di Cina, macam Keemun, Yunnan dan Lapsang Souchong.

Teh putih

Teh putih merupakan teh yang memiliki antioksidan terbanyak di muka bumi. Bahkan tiga kali lipat lebih banyak ketimbang ketiga teh sebelumnya.

Sebab itu teh putih disebut dapat menghalau mutasi DNA pemicu kanker.

Teh berwarna putih keperakan ini banyak diproduksi di Thailand, Nepal Timur, India, Taiwan dan Cina.

Berita Terkait

Berita Terkini