Food

Tak Sembarangan, Begini Proses Mengolah Kopai Osing Banyuwangi

Nikmat kopinya sampai ke ubun-ubun.

Galih Priatmojo | Aditya Prasanda

Kopai Osing Duren (Instagram Kopai Osing)
Kopai Osing Duren (Instagram Kopai Osing)

Guideku.com - Kopi khas suku Osing di Desa Kemiren, Banyuwangi ini dikenal sebagai Kopai Osing.

Kopi ini diolah menggunakan wajan tanah liat dengan pengapian kayu bakar.

Untuk menjaga cita rasanya nan khas, biji Kopai Osing diperlakukan istimewa.

Setelah dipetik, kopi tidak dicuci, tetapi justru langsung disangrai selama 15 menit agar kematangannya tetap merata.

Saat diseduh menggunakan gelas, kopi ini harus diaduk menggunakan sendok kayu agar cita rasanya tetap terjaga.

Tak heran, Kopai Osing dengan rasanya yang pahit dan asam begitu terasa di lidah.

Kopai Osing (Instagram Oscar AW)
Kopai Osing (Instagram Oscar AW)

Konon, rasa Kopai Osing nan unik, sangat dipengaruhi kondisi geografis alamnya. Biji kopi yang tertanam di tanah Banyuwangi yang notabene merupakan kawasan pesisir ini dihinggapi uap laut yang mengandung garam.

Komposisi alam tersebut membuat kopi ini punya bekal rasa yang kaya.

Kopai Osing Duren (Instagram Kopai Osing)
Kopai Osing Duren (Instagram Kopai Osing)

Jika ingin menikmati segelas Kopai Osing, kita dapat mengunjungi Sangar Genjah Arum di Desa Wisata Osing Kemiren.

Di sanggar ini, kita dapat menikmati salah satu varian Kopai Osing yang jadi favorit para pengunjung yakni Kopai Osing duren. Seperti namanya, kopi ini disajikan dengan topping buah durian nan legit.

Berita Terkait

Berita Terkini