Travel

Sejarah di Balik Monumen Simpang Lima Gumul Kediri

Megah, kokoh, melambangkan pemersatu lima kawasan di sekitarnya.

Dinar Surya Oktarini | Aditya Prasanda

Simpang Lima Gumul (Wikimedia Commons Arsyeric)
Simpang Lima Gumul (Wikimedia Commons Arsyeric)

Guideku.com - Melihat Monumen Simpang Lima Gumul, tak sulit kita mengakui betapa identiknya monumen ini dengan Arc de Triomphe di Paris, Prancis nan monumental.

Monumen yang jadi simbol kota Kediri ini terletak di antara lima persimpangan jalan yang menghubungkan Kediri, Pare, Pagu, Wates dan Gurah.

Kawasan di sekitarnya merupakan sentra ekonomi dan perdagangan Kediri.

Simpang lima Gumul (Instagram Anisaa Megaa)
Simpang lima Gumul (Instagram Anisaa Megaa)

Dibangun pada masa pemerintahan Sutrisno, bupati Kediri kala itu tahun 2003, monumen ini selesai dibangun pada tahun 2008.

Pembangunannya diperkirakan megelontorkan kocek senilai Rp 300 miliar.

Bangunan yang menjulang setinggi 25 meter dengan luas 804 meter persegi ini dibangun di atas lahan seluas 37 hektar.

Di sisi kiri dan kanan monumennya yang kokoh, terpahat 16 relief yang menceritakan sejarah kabupaten Kediri.

Simpang lima Gumul (Instagram Tyo Armyanto)
Simpang lima Gumul (Instagram Tyo Armyanto)

Konon, latar pembuatan monumen ini terinspirasi dari cita-cita Raja Jongko Joyoboyo, penguasa abad 12 yang ingin menyatukan lima wilayah di kabupaten Kediri.

Bertolak tak jauh dari monumen ini kita dapat menemukan beragam fasilitas macam gedung serba guna, gedung pemerintahan, bank daerah, terminal bus antar kota, Pasar Tugu, hingga wahana wisata macam Water Park Gumul dan Paradise Island.

Berita Terkait

Berita Terkini