Food

Bisa Bikin Muntah, Ini 4 Makanan Ekstrem dari Berbagai Negara

Hanya untuk kamu yang nekat dan bernyali besar.

Dany Garjito | Aditya Prasanda

(Wikimedia Osteuropa)
(Wikimedia Osteuropa)

Guideku.com - Bermacam makanan ekstrem tumbuh melatari perkembangan budaya di seluruh dunia.

Tak terkecuali 4 makanan ekstrem yang dihimpun Guideku.com dari berbagai sumber berikut. Apa saja?

Casu Marzu di Italia

(Wikimedia Shardan)
(Wikimedia Shardan)

 

Casu Marzu, keju unik asal kota Sardinia, Italia ini bukanlah sembarang keju.

Sebab di dalamnya, kita dapat menemukan larva serangga hidup yang masih menggeliat di antara remahan keju.

Larva serangga difungsikan untuk membuat kadar fermentasi dengan konsentrasi tertentu.

Dalam praktiknya, kadar fermentasi yang mendekati dekomposisi tersebut membuat keju ini memiliki tekstur kelat, sedikit menjijikkan dengan aroma yang cukup mengganggu penciuman.

Saat proses dekomposisi berlangsung lemak dalam keju kemudian ikut melebur.

Bahkan jika beruntung, kamu dapat melihat cacing kecil yang bermukim dalam keju melompat keluar.

 

Smiley di Afrika Selatan

(Instagram Southafricansmiley)
(Instagram Southafricansmiley)

 

'Smiley', hidangan berupa kepala domba yang dibakar hangus ini merupakan salah satu sajian kuliner populer di Afrika Selatan.

Untuk mengolahnya, kepala domba terlebih dahulu dipanggang dalam drum berukuran sangat besar. Dibakar begitu lama hingga hangus dan legam dipenuhi arang hitam.

Kepala domba kemudian ditempa dengan timah panas guna membersihkan seluruh bulu yang melekatinya lantas dicuci.

Setelah dibersihkan, kepala domba dipanggang di atas bara panas, direbus untuk selanjutnya dipanggang dalam oven.

Saat dihidangkan kita akan mendapati 'Smiley' si kepala domba menyeringai sebab panas yang teramat.

 

Tarantula goreng di Kamboja

Tarantula (Pixabay/Skeeze)
Tarantula (Pixabay/Skeeze)

 

Skuon, salah satu kota di Kamboja ini dikenal sebagai rumah laba-laba jenis tarantula.

Tak hanya jadi sarang tarantula untuk berkembang biak, laba-laba ini juga dijajakan di emperan kaki lima untuk dimakan. Ya, dimakan.

Tarantula-tarantula itu didapatkan di hutan, diburu, ditusuk lantas dimasukkan ke dalam wajan panas.

Sebelum digoreng, tarantula direndam dengan campuran garam, gula dan bawang putih.

Di Kamboja, tarantula goreng merupakan salah satu makanan nasional yang dicintai lintas kalangan.

Dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu, kita dapat menikmati satu tarantula goreng utuh yang penampakannya sekilas mudah mengingatkan kita pada rempela ati di warung pecel lele pinggir jalan.

 

Keledai hidup di China

(Wikimedia Nurbs999)
(Wikimedia Nurbs999)

 

Persis namanya, hou jia lu yang dalam bahasa Indonesia berarti 'keledai hidup' ini diolah dari daging keledai yang masih hidup.

Keledai yang masih hidup, diikat keempat kakinya, lalu diambil dagingnya secara perlahan dan dimakan di tempat penjagalan saat itu juga.

Bahkan ketika pengunjung tengah menyantap hidangan khas China nan sadis ini, sang keledai masih meringkik kesakitan.

 

Berita Terkait

Berita Terkini