Food

Belajar dari Youtube, Mikael Jasin Siap Berlaga di Kejuaraan Barista Dunia

Barista harus bisa terus belajar dengan cara apapun.

Dany Garjito

Mikael Jasin siap bertarung di kejuaraan barista dunia di Amerika Serikat, pada 11-14 April 2019. (Suara.com/Firsta Nodia)
Mikael Jasin siap bertarung di kejuaraan barista dunia di Amerika Serikat, pada 11-14 April 2019. (Suara.com/Firsta Nodia)

Guideku.com - Barista menjadi profesi yang tergolong diminati milenial. Imej keren dan bisa menjadi profesi sampingan saat kuliah merupakan beberapa alasan yang membuat milenial ingin menjadi barista.

Nah, biasanya untuk menjadi barista, seseorang akan menjalani pelatihan khusus sehingga mampu mengenal jenis kopi dan meramunya. Hal ini rupanya tak berlaku bagi penyabet gelar Indonesia Barista Champion 2019, Mikael Jasin.

Menyandang gelar sebagai barista terbaik lewat Indonesia Coffee Event 2019, Mikael nyatanya cukup mempelajarinya dari tutorial di Youtube.

Pria kelahiran 1990 ini mengaku tak pernah ikut sekolah khusus barista. Menurut Mikael Jasin, cara belajar apapun bisa ditempuh asal seseorang memiliki keinginan kuat untuk memperbarui wawasannya.

Mikael Jasin siap bertarung di kejuaraan barista dunia di Amerika Serikat, pada 11-14 April 2019. (Suara.com/Firsta Nodia)
Mikael Jasin siap bertarung di kejuaraan barista dunia di Amerika Serikat, pada 11-14 April 2019. (Suara.com/Firsta Nodia)

"Menurut saya penting sebagai barista harus bisa terus belajar dengan cara apapun. Saya nggak pernah sekolah barista tapi rajin nonton tutorial di youtube dan belajar dari situ. Jadi yang penting terus update knowledgenya jangan pernah merasa puas," kata Mikael Jasin dalam temu media beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Suara.com.

Mikael Jasin pun mengatakan bahwa keputusan awalnya menjadi barista, karena kebutuhan pemasukan tambahan saat masih kuliah. Seiring dengan berjalannya waktu, Mikael Jasin merasa bahwa profesi ini merupakan panggilan hidupnya.

Alasan itu juga yang membuat Mikael Jasin menggeluti profesi ini lebih dalam hingga akhirnya menduduki jabatan manager di sebuah gerai kopi.

"Ambil S1 jadi barista, ambil S2 jadi barista lagi. Jadi, memang ngerasa panggilan hidup. Jadi diperdalam lagi, nggak cuma di belakang mesin espresso tapi lebih luas lagi berhubungan dengan petani kopi," ungkap Mikael Jasin panjang lebar.

Lantas, cerita seru apalagi yang dikemukakan Mikael Jasin tentang perjalanan kariernya menjadi barista? Baca halaman selanjutnya ya!

Berita Terkait

Berita Terkini