IKN Lagi Dibangun, Eh Malah Jadi Lahan Basah Prostitusi Online

Puluhan PSK terjaring razia di sekitar IKN sepanjang 2025. Praktik prostitusi daring marak di Sepaku, memicu keprihatinan dan penindakan dari pemerintah.

Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P
Selasa, 08 Juli 2025 | 10:43 WIB
IKN Lagi Dibangun, Eh Malah Jadi Lahan Basah Prostitusi Online

IKN Lagi Dibangun, Eh Malah Jadi Lahan Basah Prostitusi Online

guideku.com - Di tengah gegap gempita pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digadang-gadang jadi simbol kemajuan Indonesia masa depan, muncul kabar yang cukup bikin geleng-geleng kepala. Ya, praktik prostitusi ternyata mulai marak di sekitar wilayah IKN, tepatnya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Fakta ini terungkap dari hasil operasi penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat sepanjang tahun 2025. Kepala Satpol PP Penajam Paser Utara, Bagenda Ali, mengungkapkan bahwa dalam tiga kali razia terakhir, pihaknya sudah mengamankan 64 perempuan yang diduga berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK).

"Kami pantau dan lakukan operasi terhadap praktik prostitusi, baik online maupun offline, di sekitar kawasan IKN," jelas Bagenda, dikutip dari Suara.com, Selasa (8/7/2025).

Menurut Bagenda, sebagian besar aktivitas prostitusi ini dilakukan secara daring alias online, lewat aplikasi media sosial. Para PSK biasanya menyewa kamar penginapan dengan tarif sekitar Rp300 ribu per malam, lalu menawarkan jasa mereka dengan harga antara Rp400 ribu hingga Rp700 ribu sekali kencan.

Yang bikin makin miris, para PSK ini ternyata nggak cuma dari Kalimantan Timur. Ada juga yang datang dari Samarinda, Balikpapan, Bandung, Makassar, sampai Yogyakarta. Seolah mereka melihat IKN sebagai "lahan basah" baru buat mencari pelanggan.

Setelah diamankan, para perempuan ini diberi pembinaan oleh Satpol PP. Mereka yang berasal dari luar daerah juga diminta segera angkat kaki dari wilayah IKN dalam waktu dua sampai tiga hari.

"Penanganan prostitusi ini butuh kerja sama semua pihak. Kita juga harus awasi pendatang yang menyewa kamar penginapan tanpa identitas jelas, apalagi ini kawasan strategis nasional yang harus dijaga," tambah Bagenda.

Baca Juga: Modus Dukun Uang Gaib Masih Laku? Warga Palembang Kena Tipu Rp110 Juta!

Tentu saja, kabar ini bikin banyak pihak kaget, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Saat dimintai komentar, Cak Imin terlihat cukup syok.

"Waduh, masa iya? Gawat ini, kok bisa begitu? Harus dicek!" kata Cak Imin saat ditemui di Gedung DPR.

Ia menilai fenomena ini perlu ditelusuri lebih dalam dan segera ditangani, supaya nggak makin meluas dan merusak citra IKN yang sedang dibangun sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia.

Kasus ini jadi pengingat penting: membangun ibu kota bukan cuma soal gedung-gedung keren dan infrastruktur canggih. Tapi juga soal membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bermartabat.

Pemerintah daerah dan pusat harus terus bekerja sama supaya IKN benar-benar jadi ibu kota yang membanggakan, bukan malah tercoreng oleh masalah sosial seperti ini.

×
Zoomed
TERKINI
YES 2025 menekankan perlunya pelibatan aktif generasi muda dalam perumusan kebijakan ekonomi karena dampaknya sangat sig...
news | 14:24 WIB
VinFast justru memisahkan harga baterai dari harga kendaraan. Melalui skema langganan, konsumen bisa memiliki mobil list...
news | 21:30 WIB
Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru....
news | 09:43 WIB
Kisah-kisah dari mereka yang telah memulai perjalanan bersama BSya ngasih gambaran jelas tentang bagaimana sebuah aplika...
news | 07:38 WIB
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, generasi muda nggak cuma cari sukses finansial, tapi juga makna dan keseimbangan...
news | 07:21 WIB