Horor di Rinjani: Baru Euforia di Puncak, Turis Swiss Patah Tulang dan Dievakuasi Helikopter!

Seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger (46), yang baru saja merasakan kebahagiaan di atap Lombok, harus berhadapan dengan takdir nahas saat perjalanan turun.

Reza Sulaiman
Kamis, 17 Juli 2025 | 14:06 WIB
Horor di Rinjani: Baru Euforia di Puncak, Turis Swiss Patah Tulang dan Dievakuasi Helikopter!

Horor di Rinjani: Baru Euforia di Puncak, Turis Swiss Patah Tulang dan Dievakuasi Helikopter!

guideku.com - Sebuah drama perjuangan hidup dan mati baru saja terjadi di Gunung Rinjani. Seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger (46), yang baru saja merasakan kebahagiaan di atap Lombok, harus berhadapan dengan takdir nahas saat perjalanan turun. Insiden ini bukan cuma soal kecelakaan, tapi juga soal operasi penyelamatan masif yang lebih menegangkan dari film Hollywood.

Biar kamu bisa merasakan betapa dramatisnya kejadian ini, yuk kita bedah 5 fakta pentingnya.

1. Jatuh di Jalur Biasa, tapi Akibatnya Fatal Banget!

Ini bagian paling mengerikannya. Benedikt tidak jatuh ke jurang atau tebing curam. Dia jatuh di jalur pendakian biasa saat menuju Danau Segara Anak.

"Jadi, jatuhnya bukan di tebing tetapi di jalur jalan menuju danau. Sepertinya dia terpeleset di jalur itu," ungkap Ketua Tim Evakuasi BTNGR, Gede Mustika.

Fakta ini jadi tamparan keras buat kita semua. Ini bukti bahwa di gunung sekelas Rinjani, bahkan di jalur yang kelihatannya "aman", satu langkah yang salah bisa berakibat fatal. Akibat terpeleset itu, Benedikt dilaporkan mengalami pataah tulang dan pendarahan di kepala. Ia langsung tak berdaya di tengah gunung.

2. Tragedi Setelah Puncak Kebahagiaan

Ironi tingkat dewa. Kecelakaan ini terjadi tepat setelah korban dan rombongannya berhasil melakukan summit attack dan mencapai puncak Rinjani. Momen yang seharusnya jadi puncak kebahagiaan, dalam sekejap mata berubah jadi kepanikan dan perjuangan untuk bertahan hidup. Perjalanan turun yang seharusnya diisi dengan rasa lega, malah jadi awal dari mimpi buruk.

3. Semua Elemen Bergerak! Operasi Penyelamatan Kelas Kakap

Begitu laporan masuk sekitar pukul 11:30 WITA, alarm darurat seolah berbunyi di seantero Lombok. Ini bukan lagi soal tim SAR biasa. Operasi penyelamatan masif langsung digelar.

Baca Juga: Seragam Sekolah Apa Baju Kondangan? MAN di Jogja Patok Harga Rp 1,8 Juta Bikin Wali Murid Menjerit!

Kantor SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD, sampai para relawan, guide, dan porter, semuanya bersatu padu. Mereka berpacu dengan waktu untuk bisa mencapai lokasi korban yang terisolasi di ketinggian. Ini adalah bukti solidaritas yang luar biasa di dunia pendakian.

4. Aksi Heroik Helikopter di Lereng Gunung

Melihat kondisi korban yang sangat parah dan sulitnya medan untuk evakuasi darat, keputusan krusial pun diambil: kerahkan helikopter! Sebuah helikopter dari Bali Air diterbangkan untuk melakukan evakuasi medis udara (EMU).

Pada pukul 16.44 WITA, dalam sebuah manuver yang sangat berisiko tinggi, helikopter itu berhasil mendarat di dekat lokasi korban di lereng gunung. Benedikt yang dalam kondisi kritis akhirnya bisa diangkat dan dibawa terbang meninggalkan Rinjani. Sebuah pemandangan dramatis yang jadi puncak dari operasi penyelamatan ini.

5. Gawat! Langsung Diterbangkan ke Bali, Bukan Lombok

Tingkat keparahan cedera Benedikt bisa kita lihat dari tujuan akhir evakuasinya. Dia tidak dilarikan ke rumah sakit terdekat di Lombok. Helikopter yang juga membawa putra korban dan seorang dokter asal Spanyol itu langsung tancap gas menyeberangi selat, menuju RS BIMC Kuta di Bali.

Keputusan ini menunjukkan bahwa setiap detik sangat berharga dan korban butuh penanganan medis super intensif sesegera mungkin. Sebuah bukti akhir betapa seriusnya akibat dari sebuah insiden "terpeleset" di jalur pendakian Gunung Rinjani.

Kejadian ini jadi pelajaran mahal buat kita semua, Gengs. Jangan pernah remehkan gunung, sekecil apa pun. Persiapan matang, fokus, dan kewaspadaan adalah harga mati. Stay safe on the trail!

×
Zoomed
TERKINI
YES 2025 menekankan perlunya pelibatan aktif generasi muda dalam perumusan kebijakan ekonomi karena dampaknya sangat sig...
news | 14:24 WIB
VinFast justru memisahkan harga baterai dari harga kendaraan. Melalui skema langganan, konsumen bisa memiliki mobil list...
news | 21:30 WIB
Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru....
news | 09:43 WIB
Kisah-kisah dari mereka yang telah memulai perjalanan bersama BSya ngasih gambaran jelas tentang bagaimana sebuah aplika...
news | 07:38 WIB
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, generasi muda nggak cuma cari sukses finansial, tapi juga makna dan keseimbangan...
news | 07:21 WIB