Mengapa Jasad Berusia 2.000 Tahun yang Ditemukan Ini Masih Utuh?

Arkeolog temukan jasad berusia ribuan tahun.

Tinwarotul Fatonah | Aditya Prasanda
Minggu, 16 September 2018 | 08:00 WIB
Mengapa Jasad Berusia 2.000 Tahun yang Ditemukan Ini Masih Utuh?

Mengapa Jasad Berusia 2.000 Tahun yang Ditemukan Ini Masih Utuh?

guideku.com - Tim arkeolog dari Institut St Petersburg menemukan mumi seorang wanita yang diduga dikubur sekitar 2.000 tahun lalu.

Makamnya terletak di dasar salah satu bendungan hidroelektrik terbesar di dunia, Sayano-Shushenskaya di Rusia.

Kala bendungan air surut pada bulan Mei hingga Juni, tim arkeolog melakukan penggalian, menyisir lokasi penemuan, dan menemukan situs yang berumur ribuan tahun ini.

Konon situs ini telah terjebak di bawah air sejak waduk ini dibanjiri tahun 1980-an.

Saat ditemukan, kondisi tulang belulang dalam keadaan nyaris utuh semua.

Jasad sang mumi (thevintagenews/Marina Kilunovskaya)
Jasad sang mumi (thevintagenews/Marina Kilunovskaya)

Dari hasil forensik, proses mumifikasi terjadi akibat rapatnya keadaan makam yang ditutup sejumlah batu besar. Terlebih, keberadaan suhu dingin ekstrem dan kandungan oksigen yang sangat sedikit membuat proses peluruhan tulang belulang juga berjalan begitu lambat.

Baca Juga: Tips Masak Tempe Setipis ATM, Bisa Tahan Setahun Tanpa Pengawet

Bersama tulang belulang tersebut ditemukan pula kotak kayu berlapis kulit pohon birch yang di dalamnya berisi cermin bergaya Tiongkok.

Selain itu, ditemukan pula vas bunga khas suku Hunun yang hidup di abad ke-4 dan 5.

Vas bunga suku Hunun (Bjoertvedt CC BY-SA 4.0)
Vas bunga suku Hunun (Bjoertvedt CC BY-SA 4.0)

Suku Hunun dikenal sebagai suku nomaden yang mengembara dan meneror Eropa di masa silam.

Dari hasil penelitian sementara jenazah wanita ini diperkirakan merupakan jenazah seorang anggota suku yang dihormati, menilik pakaian sutra dan sabuk manik-manik yang dikenakannya.

×
Zoomed
TERKINI