Travel

Bikin Resah Warga Singapura, Pasangan Begpacker Ini Kepergok Ngamen di MRT

Nekat ngamen, pasangan begpacker ini terancam kena denda.

Angga Roni Priambodo | Arendya Nariswari

Ilustrasi kereta api/MRT. (Unsplash/Viktor Forgacs)
Ilustrasi kereta api/MRT. (Unsplash/Viktor Forgacs)

Guideku.com - Penduduk yang tinggal di Asia Tenggara dikenal sangat ramah kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satunya yakni Singapura.

Belum lama ini pasangan turis mendadak viral di Singapura.

Bukan tanpa alasan, pasangan turis tersebut tampak sedang mengamen di dalam MRT Singapura.

Kedua sejoli ini menyanyikan lagu klasik tahun 1961 berjudul Twist and Shout sambil diiringi gitar.

Video turis mengamen atau yang biasa dijuluki begpacker ini diunggah oleh akun Twitter @heliumdaisies beberapa waktu lalu.

Sementara pemilik akun Twitter merasa senang, ternyata tidak sedikit netizen yang kurang menyukai aksi begpacker di MRT Singapura itu.

Begpacker di MRT Singapura buat warga setempat resah. (Twitter/Heliumdaisie)
Begpacker di MRT Singapura buat warga setempat resah. (Twitter/Heliumdaisie)

Salah satu netizen mengatakan bahwa dirinya pernah melihat pasangan tersebut di Kuala Lumpur.

Jadi bisa dibayangkan, berapa uang yang dikumpulkan keduanya jika mereka berhasil pindah dari Malaysia ke Singapura.

Padahal, dilansir Suara.com dari laman World of Buzz, Minggu (2/6/19) penduduk atau wisatawan yang mengamen di Singapura tanpa izin berpotensi dikenai denda sebesar 10.000 dolar Singapura atau setara dengan Rp 103 juta.

Fenomena begpacker kini kian marak di berbagai belahan dunia.

Sebagian besar orang mengatakan bahwa daripada mendanai begpacker, mereka lebih senang menyumbangkan sejumlah uang kepada penduduk setempat yang butuh bantuan.

 

Berita Terkait

Berita Terkini