Travel

Sering Dicuri Wisatawan, Taman Bunga Teratai Ini Akhirnya Tutup

Wisatawan kerap bawa pulang bunga teratai dari taman.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi bunga teratai. (Pixabay/jennyzhh2008)
Ilustrasi bunga teratai. (Pixabay/jennyzhh2008)

Guideku.com - Baru-baru ini sebuah taman ekologi di China terpaksa tutup selama satu tahun karena ulah wisatawan yang tak bertanggung jawab.

Dilansir Suara.com dari laman Asia One, Rabu (3/7/19), diketahui wisatawan banyak yang datang dan mencuri bunga teratai di taman tersebut.

Longqiao Cultural and Ecological Park di wilayah Sichuan ini telah ditutup sejak bulan Maret lalu.

Taman tersebut sedang direnovasi dan mengalami perbaikan fasilitas serta manajemen.

Taman ini dikenal dengan ladang bunga teratainya yang begitu luas dan indah.

Bunga teratai ini menghiasi kurang lebih tanah seluas 65 hektar dari taman.

Namun, pada awal musim panas, banyak wisatawan tak bermoral yang membobol taman dan memetik paksa bunga teratai tersebut.

Hal ini tentu membuat manajemen terpaksa menutup taman untuk sementara waktu.

Turis kerap curi bunga teratai ini buat warganet geram. (Weibo)
Turis kerap curi bunga teratai ini buat warganet geram. (Weibo)

"Kami tidak bisa mengendalikan para turis. Kami hanya bisa menjamin bahwa kami telah melakukan pekerjaan kami dengan baik. Kamu telah membuat peringatan di gerbang taman dan ladang bunga serta kamu memiliki personil keamanan yang berpatrol," ungkap salah seorang pegawai bernama Zhou.

Zhou menambahkan bahwa pekerjaan renovasi taman hampir selesai, namun tak ada gunanya membuka tempat itu kembali karena banyak bunga yang dicuri dan hampur tak tersisa.

Sekitar dua sampai tiga ratus orang masih mencoba membobol taman setiap hari membuat manajemen harus menambah jumlah patroli keamanan.

Foto serta video orang-orang yang memetik bunga teratai ini telah beredar luas dan menuai kritikan pedas.

"Pagar tinggi bahkan tak bisa mengentikan wisatawan dan warga tanpa sopan santun ini," ungkap salah seorang pengguna Weibo.

"Hanya hukuman yang bisa menghentikan aksi orang-orang serakah ini," imbuh warganet lainnya.

Berita Terkait

Berita Terkini