Travel

Pasca Topan Hagibis, Potret Banjir di Jepang Jadi Viral Karena Ini

Penampakan banjir yang melanda Jepang tersebut menunjukkan betapa bersihnya kota di Negeri Sakura.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi banjir. (Pixabay)
Ilustrasi banjir. (Pixabay)

Guideku.com - Pada tanggal 14 Oktober lalu, bencana Topan Hagibis melanda Jepang. Topan ini disebut sebagai yang terkuat setelah topan dahsyat di tahun 1958 silam.

Akibat dari Topan Hagibis tersebut, beberapa daerah di Jepang pun mengalami tanah longsor. Sementara, hujan deras yang turun telah membuat sungai meluap dan daerah dataran rendah banjir.

Foto-foto banjir di Jepang tersebut lantas beredar di media sosial. Di luar dugaan, foto-foto banjir itu viral dan banyak dibicarakan warganet.

Dilansir dari laman Mothership, hal ini dikarenakan banjir di Jepang tampak bersih dan bebas sampah.

Bahkan, lewat foto yang diunggah akun Facebook "Beauty of Japan" terlihat jika air banjir tersebut tampak bening. Permukaan jalan yang terendam juga sekilas bisa terlihat.

Banjir di Jepang (facebook.com/Beauty.of.japan.co.jp1)
Banjir di Jepang (facebook.com/Beauty.of.japan.co.jp1)

"Jepang bertahan dari badai topan terbesar dalam dekade ini. Banjir di mana-mana tapi airnya bersih. Tidak ada sampah di mana-mana," tulis akun Facebook tersebut.

Melihat foto-foto banjir bersih di Jepang tersebut, banyak warganet pun memberikan pujian. Selain dikenal disiplin di bidang kebersihan, Jepang juga tampak sigap dalam menghadapi bencana topan Hagibis.

Di sisi lain, ada pula warganet yang tidak setuju dan menyebutkan jika banjir di daerah pinggiran Jepang tetap tercampur lumpur.

Banjir di Jepang (twitter.com/nikkeiphoto)
Banjir di Jepang (twitter.com/nikkeiphoto)

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri jika banjir di Jepang memang bebas dari sampah dan kotoran, serta relatif bersih jika dibandingkan negara-negara lainnya.

Sementara itu, tagar #PrayForJapan masih ramai digunakan di media sosial sebagai tanggapan atas bencana topan Hagibis.

Total, 35 orang dilaporkan meninggal karena bencana tersebut sementara 11 orang masih hilang.

Berita Terkait

Berita Terkini