Travel

Misteri Kailash, Gunung Suci yang Tak Boleh Didaki di Himalaya

Puncak gunung tersebut konon dipercaya sebagai tempat tinggal Dewa Siwa.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Gunung Kailash (Pixabay/giulianabencovich)
Gunung Kailash (Pixabay/giulianabencovich)

Guideku.com - Bagi pecinta gunung, daerah Tibet dikenal sebagai salah satu tempat berkumpulnya puncak-puncak yang penuh pesona dan tantangan.

Salah satunya adalah puncak Gunung Everest, yang merupakan gunung tertinggi di dunia sekaligus bagian dari pegunungan Himalaya.

Selain Everest, pegunungan Himalaya juga memiliki sederet puncak gunung lainnya. Bahkan, ada pula puncak yang dianggap sakral dan tidak bisa didaki manusia.

Nama puncak gunung tersebut adalah Kailash. Dirangkum dari berbagai sumber, Gunung Kailash memiliki ketinggian 6.638 mdpl dan bermakna "berlian salju yang berharga".

Walau tinggi Gunung Kailash tidak sampai mengalahkan Everest, namun puncak ini konon tidak bisa didaki manusia.

Hal ini dikarenakan Gunung Kailash disebut-sebut sebagai puncak gunung paling suci di Asia, bahkan di dunia.

Gunung Kailash (Pixabay/giulianabencovich)
Gunung Kailash (Pixabay/giulianabencovich)

Gunung Kailash dianggap sebagai gunung sakral bagi miliaran orang yang memeluk agama Hindu, Buddha, Jainisme, Bon, dan agama suku asli Tibet.

Salah satu cerita menyebutkan bahwa ada puncak suci yang dinamakan Meru dan merupakan pusat semesta sekaligus tangga menuju surga.

Seiring berjalannya waktu, Meru pun diasosiasikan dengan puncak gunung Kailash di Tibet.

Kemudian, ada pula kepercayaan agama Hindu yang menyebutkan bahwa Gunung Kailash dapat menghapus dosa seumur hidup serta memberikan perlindungan dari roh jahat.

Penganut agama Hindu juga percaya jika puncak Kailash adalah tempat tinggal Dewa Siwa.

Gunung Kailash (Pixabay/213852)
Gunung Kailash (Pixabay/213852)

Meski tidak bisa didaki, para penganut agama Buddha biasanya akan melakukan perjalanan mengelilingi Gunung Kailash.

Serupa dengan agama Hindu, agama Buddha percaya jika berjalan mengelilingi Kailash akan menghapuskan dosa.

Sementara, mereka yang bisa berjalan mengelilingi Kailash sebanyak 13 kali akan mendapatkan pencerahan dalam hidup.

Kisah-kisah kuno sendiri menyebutkan jika satu-satunya orang yang pernah naik ke puncak Gunung Kailash adalah biksu bernama Milarepa.

Namun, sepulangnya dari Gunung Kailash, Milarepa mengingatkan semua orang untuk tidak mendaki hingga puncak dan menganggu dewa yang bersemayam di sana.

Hingga kini, Gunung Kailash masih menjadi salah satu destinasi yang ramai disambangi ribuan orang yang hendak melakukan perjalanan suci.

Meski begitu, tak ada satu pun yang bisa dan diperbolehkan untuk mendaki hingga puncak gunung suci ini.

Berita Terkait

Berita Terkini