Travel

Ahli Ungkap Patung di Ester Island Bukan Jalan Sendiri, Netizen Tetap Julid

Patung Rano Raraku di Ester Iland disebut jalan sendiri, travelers percaya nggak sih?

Silfa Humairah

Patung Rano Raraku. (Shutterstock)
Patung Rano Raraku. (Shutterstock)

Guideku.com - Easter Island menjadi pulau misterius yang masuk daftar tempat misterius di dunia karena adanya patung-patung raksasa yang tersebar di pulau itu. Patung-patung ini disebut Moai dan dibuat antara tahun 1250 hingga 1500 Masehi.

Ada sekitar 900 patung Moai tersebar di seluruh pulau. Tinggi rata-rata patung tersebut adalah 4 meter dengan berat rata-rata patung sekitar 14 ton.

Patung Moai dibuat dari abu vulkanik yang dikompres sedemikian rupa pada kawah yang disebut Rano Raraku. Patung-patung itu tersebar di seluruh pulau. Ada patung yang bahkan diangkut hingga sejauh 18 kilometer dilansir dari National Geographic.

Tentunya yang mengundang banyak tanya, bagaimana caranya patung itu pindah jika patung tersebut dibuat pada zaman purba alias primitif, dimana tidak ada transportasi, alat canggih apalagi mesin derek.

Uniknya, bagi keturunan penduduk asli Easter Island yang disebut Rapanui, tidak ada misteri . Ketika ditanya mengenai hal ini,  seorang pemandu wisata di pulau tersebut, menjawab dengan ringan,"Patung itu berjalan." Alamak!

Namun, baru-baru ini, dua orang antropolog berusaha membuktikan jawaban ini dengan cara mereka sendiri.
Mereka adalah Terry Hunt dari University of Hawaii dan Carl Lipo dari California State University yang bekerjasama dengan Sergio Rapu, seorang arkeolog yang juga mantan gubernur Easter island.

Kedua peneliti itu berencana membuat patung-patung Moai berjalan kembali. Mereka menggunakan tali tambang, mereka ajak sebagian penduduk main sulap, meindahkan patung seberat 14 ton secara manual. Berhasil, namun tidak semua setuju cara itu yang dilakukan zaman dulu.  Menurut travelers gimana?

Patung Rano Raraku dipindahkan. (Instagram/Top Konten)
Patung Rano Raraku dipindahkan. (Instagram/Top Konten)

Akun Instagram Top Konten pun mengunggah video aksi para peneliti tersebut memindahkan batu. Netizen julid beri komentar nyeleneh. 

"Zaman dulu udah ada tali tambang ya?"

"Kalo gue sih positif thinking aja kalo orang jaman dulu itu gede gede dan ngebuat itu sebagai salah satu kerajinan."

"Masudnya apa mata patungnya ditutupin gabisa liat."
5d93 likesReply

"Orang Jaman dulu itu tinggi2 yah... Tinggi-tinggi seperti Raksasa, Ngangkat batu sebesar itu mah mungkin cuma pake tangan atau diangkat oleh beberapa orang seperti memikul karung."

"Jaman dulu ma pda terbang cuk."

"Pemandunya dan warga di sana sampe dewasa tetap percaya bahwa patung patung itu berjalan." timpal netizen.

Kalau travelers percaya nggak sih nih patung jalan sendiri atau sepakat cara peneliti tersebut?

Berita Terkait

Berita Terkini