Travel

Ogah Dikunjungi Orangtua, Remaja Ini Buat Ancaman Bom Palsu di Pesawat

Duh, yang seperti ini jangan ditiru ya travelers

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay)
Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay)

Guideku.com - Saat memutuskan untuk meneruskan pendidikan kuliah di luar kota dan jauh dari orangtua, travelers pasti sering kan merasakan kamar kos dalam kondisi berantakan?

Padatnya jadwal kuliah dan tugas membuat kalian terkadang belum sempat untuk membereskan kamar.

Tak jarang travelers pasti pernah merasakan takut dan khawatir jika tiba-tiba orangtua kalian datang dalam keadaan kamar super kotor.

Mungkin inilah yang dirasakan oleh salah seorang mahasiswa asal Perancis.

Demi menghalang orangtuanya datang berkunjung, mahasiswa ini rela membuat ancaman bom palsu.

Dilansir Guideku.com dari laman Travel and Leisure, belum lama ini mahasiswa Perancis berusia 23 tahun terpaksa berurusan dengan pihak keamanan akibat ancaman bom palsu di dalam pesawat milik maskapai penerbangan easyJet.

Ilustrasi kabin pesawat. (Unsplash/Lutfi Gaos)
Ilustrasi kabin pesawat. (Unsplash/Lutfi Gaos)

Jaksa penuntut umum menyebutkan bahwa motif di balik kasus ini semata-mata hanya untuk mencegah orangtua mahasiswa tersebut datang.

Kedua orangtua mahasiswa tersebut naik pesawat Easyjet dari wilayah Lyon menuju Perancis pada Jumat (18/1/19).

Tidak lama setelah take off, pesawat easyJet yang membawa 159 penumpang ini tiba-tiba berbalik arah dan kembali mendarat di Lyon.

Sesaat setelah mendarat, dengan sigap pemadam kebakaran segera memeriksa pesawat di bandara.

Seluruh penumpang diminta turun ketika polisi mencari bom di dalam pesawat.

Ilustasi kabin pesawat. (Pixabay)
Ilustasi kabin pesawat. (Pixabay)

Ternyata, polisi tidak menemukan benda mencurigakan seperti bom di dalam pesawat.

''Keselamatan dan kenyamanan penumpang serta kru merupakan prioritas utama maskapai kami,'' ungkap perwakilan maskapai penerbangan easyJet dalam sebuah pernyataan.

Beruntung, akhirnya seluruh penumpang dapat menempuh perjalanan penerbangan kembali dengan pesawat berbeda pada hari yang sama.

''Pelaku tindakan ini telah diidentidikasi,'' ungkap jaksa penuntut umum Rennes.

''Pelaku merupakan siswa berusia 23 tahun yang tidak ingin orangtuanya di peswat tersebut menemui dirinya.''

Mahasiswa pelaku ancaman bom palsu tersebut harus menghadap kepada pengadilan pidana Mei 2019 mendatang.

Bukan cuma itu saja, mahasiswa ini terancam hukuman lima tahun penjara serta denda senilai 75.000 Euro atau sekitar Rp 1,19 miliar jika terbukti melakukan kesalahan.

Berita Terkait

Berita Terkini