Event

Festival Musim Panas di Jepang, Bukan Sekadar Festival Biasa!

Bukan cuma senang-senang, ini yang bisa kamu pelajari dari festival musim panas di Jepang!

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)
Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)

Guideku.com - Bicara soal musim panas, apa sih yang terlintas di benak kamu? Bagi kamu para pecinta anime, manga, atau kebudayaan Jepang, pasti banyak yang mengaitkan musim panas dengan banyaknya festival-festival atau matsuri yang diselenggarakan di negara tersebut.

Namun, tahukah kamu bahwa festival musim panas yang ada di Jepang ini bukan sekadar festival untuk bersenang-senang , menonton kembang api, atau menikmati kuliner khas Jepang seperti takoyaki?

Diringkas oleh Guideku.com, berikut ini adalah fakta-fakta di balik festival musim panas yang ada di Jepang:

1. Tanabata, tempat menggantungkan harapan

Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)
Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)

Bagi orang Jepang, sebagian besar festival diadakan sebagai bagian dari budaya dan kadang bersifat religius.

Tanabata adalah festival yang diselenggarakan mengikuti mitos sepasang dewa-dewi Jepang, yaitu Orihime dan Hikoboshi, yang terpisah dan hanya dapat bertemu sekali setahun.

Orang-orang Jepang percaya bahwa festival Tanabata adalah festival di mana harapan mereka dapat terkabul. Selama Tanabata, banyak orang akan menuliskan harapan mereka pada sepotong kertas berwarna dan menggantungkannya pada sebatang bambu.

2. Obon, perayaan untuk arwah leluhur

Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)
Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)

Festival Obon adalah salah satu festival musim panas terbesar di Jepang. Bahkan, pada saat festival ini berlangsung, orang-orang Jepang akan mendapat libur selama tiga hari lamanya!

Festival ini sendiri lebih dianggap sebagai ajang reuni keluarga. Selama festival berlangsung, mereka akan melakukan ritual untuk menghormati arwah leluhur dengan tarian Bon Odori.

Tidak hanya itu, orang-orang Jepang juga akan menyempatkan diri untuk mengunjungi dan membersihkan makam leluhur atau keluarga yang sudah meninggal.

3. Yukata, antara pakaian festival dan jubah setelah mandi

Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)
Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)

 

Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)
Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)

Yukata adalah salah satu pakaian tradisional Jepang yang populer digunakan saat festival musim panas.

Bagi para lelaki, yukata yang mereka gunakan cenderung memiliki warna gelap dan sederhana, sementara yukata bagi perempuan biasanya lebih cerah dan berwarna-warni dengan desain bunga.

Namun, tahukah kamu bahwa arti dari kata “yukata” itu sendiri adalah jubah mandi? Yukata awalnya hanya digunakan orang-orang Jepang selepas mandi, dan bukan untuk festival musim panas.

Barulah mulai tahun 1990-an, yukata menjadi lebih populer dan fungsinya bukan hanya sekadar jubah mandi semata.

4. Mikoshi, bukti kebersamaan orang-orang Jepang

Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)
Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)

Mikoshi adalah sebuah kuil berukuran kecil yang biasanya terbuat dari kayu dan dapat dipindahkan.

Pada hari pertama Tanabata, warga lokal akan membawa kuil ini mengelilingi lingkungan sekitar sebelum membawanya ke tempat festival. Hal ini dilakukan dengan tujuan memindahkan dewa yang ada di kuil tersebut ke lokasi festival.

Mikoshi ini akan diangkat oleh sekumpulan pemuda, sebagai simbol bahwa pekerjaan seberat mengangkut kuil sekalipun dapat dilakukan asal bersama-sama, bukan seorang diri.

5. Bon-odori, tarian tradisional untuk para arwah

Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)
Fakta Festival Musim Panas di Jepang (tofugu.com)

Seperti yang sudah disebutkan tadi, pada saat festival Obon, warga Jepang akan melakukan tarian tradisional yang disebut Bon-odori. Konon, tarian ini dilakukan untuk menyambut arwah mereka yang sudah meninggal.

Bon-odori ini adalah tarian yang dilakukan dengan cara mengelilingi yagura (panggung kecil yang dibuat khusus untuk festival).

Legenda tarian ini berasal dari salah satu pemuda pengikut ajaran Budha yang memberikan persembahan untuk membebaskan arwah ibunya. Saat arwah ibunya tersebut berhasil bebas, pemuda ini melakukan tarian untuk mengekspresikan kebahagiaannya.

Tarian inilah yang sekarang disebut Bon-odori.

Nah, apakah fakta-fakta tersebut membuatmu makin tertarik untuk mengunjungi festival musim panas di Jepang?

Berita Terkait

Berita Terkini