Stay

Airbnb Buat Kebijakan Pembatalan dan Refund Baru Terkait Wabah Virus Corona

Jangan panik, Airbnb punya kebijakan baru untuk kalian yang terlanjur booking penginapan.

Silfa Humairah | Arendya Nariswari

Apilkasi booking online Airbnb. (Pixabay/InstagramFOTOGRAFIN)
Apilkasi booking online Airbnb. (Pixabay/InstagramFOTOGRAFIN)

Guideku.com - Virus corona membuat sebagian besar perusahaan terpaksa membuat sebuah kebijakan baru, tak terkecuali halnya dengan Airbnb.

Situs booking online tersebut, kini mencoba untuk menerapkan sebuah kebijakan reservasi dan pengembalian dana pasca semakin mewabahnya virus corona di sejumlah negara.

Dikutip Guideku.com dari laman Mothership, Selasa (17/3/2020), melalui akun Twitter pribadinya, Brian Chesky yang menjabat sebagai salah satu pendiri dan CEO Airbnb menyampaikan kebijakan tersebut.

"Kami tidak ingin tamu merasa seperti mereka harus bepergian karena mereka tak akan memperoleh uang mereka kembali," tulis akun Twitter @bchesky.

Airbnb menerapkan sebuah kebijakan baru yang memungkinkan para tamu membatalkan pemesanan mereka dan mendapatkan biaya pengembalian penuh tanpa denda.

Kebijakan ini berlaku untuk wisatawan yang hendak melakukan check in pada tanggal 14 Maret 2020 hingga 14 April 2020 mendatang.

Airbnb Buat Kebijakan Pembatalan dan Refund Baru Terkait Wabah Virus Corona. (Twitter/@bcshesky)
Airbnb Buat Kebijakan Pembatalan dan Refund Baru Terkait Wabah Virus Corona. (Twitter/@bcshesky)

 

Sebelumnya, perusahaan tersebut sempat menolak mengembalikan sejumlah dana kepada para tamu yang sudah terlanjur memesan penginapan.

Mereka memilih untuk menyerahkan sebagian besar keputusan kepada tuan rumah. Sehingga tidak sedikit akhirnya tuan rumah yang mengembalikan dana secara mandiri menggunakan uang mereka sendiri untuk para tamu.

Chesky sendiri mengapresiasi tindakan mendesak yang diambil oleh sebagian besar tuan rumah penginapan.

"Mereka bertindak seperti pahlawan dalam waktu genting ini. Hampir seluruh tuan rumah memberikan biaya pengembalian penuh untuk tamu mereka," imbuh Chesky.

Namun kebijakan ini rupannya sempat diprotes oleh para pemilik penginapan karena dinilai cukup merugikan mereka. Host atau pemilik penginapan melalui surat terbuka mendesak Airbnb untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

Berita Terkait

Berita Terkini